Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Fitnatuhum (فِتْنَتُهُمْ): Ujian dan cobaan mereka, atau jawaban mereka ketika diuji. Dalam konteks ini, maknanya adalah jawaban atau alasan yang mereka kemukakan.
- Illā an qālū (إِلَّا أَن قَالُوا): Kecuali hanya perkataan mereka.
- Wallāhi rabbinā (وَاللَّهِ رَبِّنَا): Demi Allah, Tuhan kami.
- Mā kunnā musyrikīn (مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ): Kami sekali-kali tidak pernah menjadi orang-orang yang mempersekutukan Allah.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala memaparkan kondisi orang-orang musyrik pada hari kiamat, ketika mereka ditanya tentang sekutu-sekutu yang mereka sembah selain Allah, maka pada ayat ini dijelaskan bahwa tidak ada jawaban yang mampu mereka berikan kecuali kebohongan dan sumpah palsu. Mereka berkata sambil bersumpah dengan nama Allah, Tuhan mereka: "Demi Allah, kami dahulu di dunia tidak pernah mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun."
Padahal mereka tahu benar bahwa mereka adalah orang-orang yang menyembah berhala, patung, dan sesembahan-sesembahan lain di dunia. Namun ketika di hadapan Allah, mereka berusaha mengelak dan berbohong dengan sumpah yang sangat berat. Mereka berharap dengan kebohongan itu dapat lolos dari azab, tetapi Allah Maha Mengetahui segala isi hati dan perbuatan hamba-Nya.
Allah menyebut jawaban mereka itu sebagai "fitnah" karena jawaban tersebut adalah kebohongan yang akan menjerumuskan mereka ke dalam kehancuran. Pada saat itu, mulut-mulut mereka akan dikunci, dan anggota tubuh mereka—tangan, kaki, dan kulit—akan bersaksi atas segala perbuatan mereka di dunia. Tidak ada satu pun kebohongan yang dapat menutupi kebenaran di hadapan Allah.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya kejujuran dan ketulusan iman di dunia ini. Orang-orang musyrik itu menyesali perbuatan mereka, tetapi penyesalan itu datang terlambat dan mereka tetap berbohong di hadapan Allah. Betapa rugi dan hinanya mereka di hari kiamat.
Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai peringatan bagi diri kita. Jangan sampai kita menjadi orang yang beriman di mulut tetapi hatinya kosong dari keikhlasan. Jangan sampai kita mempersekutukan Allah dalam bentuk apa pun—baik dengan riya', sumpah palsu, atau kemunafikan. Karena pada hari kiamat nanti, semua rahasia akan terbongkar dan semua anggota tubuh kita akan menjadi saksi.
Sebaliknya, berbahagialah orang-orang yang hidup dengan iman yang jujur dan amal yang ikhlas. Mereka tidak perlu takut pada hari pembongkaran rahasia, karena hati dan perbuatan mereka selaras. Allah akan menyelamatkan mereka dari azab dan memberikan mereka surga yang penuh kenikmatan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur imannya, ikhlas amalnya, dan selamat di hari kiamat. Aamiin.
📜 Ayat 21-25 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 23
Surat Al-An'am Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami,…Surat Ayat 23/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








