Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Arjih (أَرْجِهْ): Tundalah, tangguhkanlah, atau berilah tenggang waktu. Maksudnya, jangan dulu membunuhnya.
- Al-Madā'in (الْمَدَائِنِ): Kota-kota, yaitu kota-kota di wilayah Mesir dan sekitarnya.
- Ḥāsyirīn (حَاشِرِينَ): Orang-orang yang mengumpulkan, yaitu para utusan yang bertugas mengumpulkan para penyihir dari seluruh penjuru negeri.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan suasana istana Fir'aun yang sedang gempar. Setelah Nabi Musa 'alaihissalam dan saudaranya, Nabi Harun 'alaihissalam, berdialog dengan Fir'aun dan menunjukkan mukjizat-mukjizat yang nyata—tongkat yang berubah menjadi ular besar dan tangan yang bersinar putih—para pembesar dan pemuka kaum Fir'aun yang hadir merasa terancam. Mereka melihat bahwa dakwah Musa dan Harun mulai mengguncang kekuasaan mereka.
Maka, dengan penuh tipu daya dan siasat jahat, mereka berkata kepada Fir'aun: "Tundalah (jangan buru-buru membunuh) Musa dan saudaranya, Harun. Janganlah engkau bertindak gegabah terhadap mereka. Biarkan mereka hidup sementara waktu. Dan utuslah ke kota-kota para pengumpul (tukang sihir) untuk mengumpulkan semua penyihir handal dari seluruh pelosok negeri Mesir."
Mereka berpendapat bahwa cara terbaik untuk mengalahkan Musa bukanlah dengan membunuhnya, melainkan dengan mengadu sihir melawan sihir. Mereka ingin mengumpulkan para penyihir terkuat untuk berhadapan langsung dengan Musa di hadapan publik, sehingga mereka bisa membuktikan bahwa Musa hanyalah seorang penyihir biasa yang bisa dikalahkan. Dengan begitu, mereka berharap pengaruh Musa akan runtuh dan kekuasaan Fir'aun tetap kokoh di mata rakyat.
Sungguh, ini adalah tipu daya yang sangat licik. Namun, Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui segala rencana mereka. Justru dari pertarungan inilah Allah akan memperlihatkan kebenaran yang agung dan menghancurkan kebatilan mereka di hadapan semua orang.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, perhatikanlah bagaimana para pembesar yang zalim itu selalu mencari cara untuk mempertahankan kebatilan mereka. Mereka tidak segan-segan menggunakan segala macam siasat, bahkan mengumpulkan kekuatan sihir dari seluruh negeri, hanya untuk melawan kebenaran. Namun, yakinlah bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang beriman dan berjuang di jalan-Nya.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa kebatilan, sehebat apa pun persiapannya, pasti akan hancur oleh kebenaran. Sebagaimana firman Allah: "Yang benar itu datang dan yang batil itu hancur. Sesungguhnya yang batil itu pasti hancur." (QS. Al-Isra': 81). Maka, janganlah pernah takut menghadapi tipu daya musuh-musuh Islam. Selama kita berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, Allah akan menolong kita dengan cara yang tidak pernah kita duga.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai penguat iman dan keyakinan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya yang berjuang menegakkan kebenaran. Teruslah berdakwah dengan hikmah dan kesabaran, karena pertolongan Allah pasti datang bagi orang-orang yang bertakwa.
📜 Ayat 109-113 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 111
Surat Al-A'raf Ayat 111 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Pemuka-pemuka itu menjawab: "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah…Surat Ayat 111/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 109–113. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








