Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Fa mā lahum: Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) — ungkapan ini menunjukkan keheranan dan pengingkaran terhadap sikap mereka.
- Lā yu'minūn: Tidak beriman — tidak membenarkan dengan hati dan tidak mengamalkan dengan anggota badan.
Tafsir:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah pertanyaan yang amat dalam ini! Allah Ta'ala berfirman: *"Maka mengapa mereka tidak mau beriman?"* Ini adalah pertanyaan yang penuh keheranan dari Allah terhadap sikap orang-orang kafir yang terus-menerus berpaling dari kebenaran.
Padahal telah datang kepada mereka segala bukti dan keterangan yang amat jelas. Ayat-ayat Allah telah dibacakan, tanda-tanda kebesaran-Nya terbentang di langit dan di bumi, hari kiamat telah dijanjikan dengan segala kepastiannya, dan Al-Qur'an telah turun sebagai petunjuk yang tidak ada keraguan di dalamnya. Lalu apa lagi yang menghalangi mereka untuk beriman? Tidak ada penghalang kecuali kesombongan dan keengganan hati mereka sendiri untuk tunduk kepada kebenaran.
Mereka mendengar Al-Qur'an dibacakan, namun mereka tidak sujud, tidak tunduk, dan tidak pula menerima apa yang terkandung di dalamnya. Padahal di dalam Al-Qur'an itu terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat. Sungguh, tabiat orang-orang kafir itu memang suka mendustakan dan menentang kebenaran, meskipun kebenaran itu telah tampak jelas di hadapan mereka.
Allah Maha Mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka berupa kedengkian dan keengganan, padahal mereka mengetahui bahwa apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah benar. Maka berilah kabar gembira kepada mereka, wahai Rasulullah, bahwa Allah telah menyediakan azab yang sangat pedih bagi mereka yang terus-menerus dalam kekafiran.
Namun ketahuilah, saudaraku — di balik itu semua, ada kabar gembira yang agung bagi orang-orang yang beriman! Mereka yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, yang melaksanakan apa yang diwajibkan atas mereka, akan mendapatkan pahala yang tidak pernah terputus dan tidak pernah berkurang di akhirat kelak. Sungguh, inilah janji Allah yang pasti terpenuhi.
Maka marilah kita renungkan: betapa indahnya nikmat iman yang Allah karuniakan kepada kita. Janganlah kita sia-siakan kesempatan ini. Setiap hari kita membaca Al-Qur'an, setiap saat kita mendengar seruan kebenaran — maka bersegeralah beriman, bersegeralah taat, dan bersegeralah kembali kepada Allah sebelum datang hari yang tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pintu tobat-Nya senantiasa terbuka bagi hamba-Nya yang mau kembali.
📜 Ayat 18-22 — Al-Insyiqaq
Terjemah — Al-Insyiqaq 20
Surat Ayat 20/25 — Al-Insyiqaq الإنشقاق (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Insyiqaq Dengarkan, Al-Insyiqaq Terjemah, Al-Insyiqaq mp3, Al-Insyiqaq pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








