Al-Fajr · 27/30
Terjemah Transliterasi — Al-Fajr
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۝٢٧
Yaaa ayyatuhan nafsul mutma `innah
📖 Arti Bahasa Indonesia
Hai jiwa yang tenang.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • *An-Nafs*: Jiwa atau ruh manusia.
  • *Al-Muthma'innah*: Yang tenang, tenteram, dan merasa aman. Ketenangan ini lahir dari keimanan yang kokoh dan dzikir kepada Allah.

Tafsir:

Wahai jiwa yang tenang! Itulah panggilan mesra dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Jiwa yang dimaksud adalah jiwa yang telah mencapai ketenangan sejati—bukan ketenangan karena harta, pangkat, atau kedudukan duniawi—melainkan ketenangan yang bersumber dari keimanan kepada Allah, dari dzikir yang tidak pernah putus, dan dari keyakinan penuh terhadap janji-janji-Nya yang indah.

Jiwa yang tenang ini adalah jiwa yang tidak gentar menghadapi maut, tidak takut akan apa yang menantinya di alam kubur, dan tidak cemas terhadap hari pembalasan. Ia telah merasakan manisnya iman, sehingga dunia dengan segala gemerlapnya tidak lagi mampu memperbudaknya. Ia merasa aman karena yakin bahwa Allah adalah pelindungnya, dan bahwa apa yang dijanjikan Allah berupa surga dan keridhaan-Nya adalah benar adanya.

Panggilan ini disampaikan kepada jiwa-jiwa yang beriman ketika menghadapi kematian, dan juga akan disampaikan kembali pada hari kiamat sebagai penghormatan dan kabar gembira. Allah memanggilnya dengan penuh kasih sayang, mengajaknya kembali kepada-Nya dalam keadaan ridha dan diridhai. Ridha kepada Allah atas segala ketetapan-Nya, dan Allah pun ridha kepada hamba-Nya yang telah berjuang menaati-Nya.

Wahai saudaraku, renungkanlah! Betapa mulianya kedudukan jiwa yang tenang ini. Ia dipanggil langsung oleh Allah dengan panggilan yang penuh kelembutan, lalu dipersilakan masuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang saleh, dan akhirnya dipersilakan masuk ke dalam surga-Nya yang kekal.

Inilah buah dari kehidupan yang dijalani dengan iman dan amal saleh. Maka, mari kita berusaha menghiasi jiwa kita dengan ketenangan ini—dengan memperbanyak dzikir, memperkuat keyakinan, dan memperbaiki amal. Karena jiwa yang tenang adalah jiwa yang tidak akan pernah merasakan kesedihan yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat. Sungguh, inilah kebahagiaan hakiki yang ditawarkan Allah kepada setiap hamba-Nya yang menginginkannya.



📜 Ayat 25-29 — Al-Fajr

25فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ
Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya.
26وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ
dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
27يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
Hai jiwa yang tenang.
28ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29فَادْخُلِي فِي عِبَادِي
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Al-FajrIndeks Quran
30Ayat
MakkiyahRevelation
27Ayat

Terjemah — Al-Fajr 27

Surat Al-Fajr Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai jiwa yang tenang.

Surat Ayat 27/30 — Al-Fajr الفجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fajr Dengarkan, Al-Fajr Terjemah, Al-Fajr mp3, Al-Fajr pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu