Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لِتَلْفِتَنَا (litalfitana): untuk memalingkan kami / memalingkan perhatian kami.
- الْكِبْرِيَاءُ (al-kibriya'): keagungan, kekuasaan, dan kebesaran (kerajaan).
- بِمُؤْمِنِينَ (bimu'minin): orang-orang yang membenarkan dan mempercayai.
Tafsir Ayat:
Dengan nada mengejek dan penuh kesombongan, Fir'aun dan para pemuka kaumnya berkata kepada Nabi Musa dan saudaranya, Nabi Harun 'alaihimassalam: "Wahai Musa! Apakah engkau datang kepada kami hanya untuk memalingkan kami dari agama yang telah kami warisi dari nenek moyang kami, yaitu penyembahan terhadap berhala-berhala? Dan apakah maksud tersembunyi di balik dakwahmu ini adalah agar engkau dan saudaramu berdua memiliki kekuasaan dan keagungan di bumi Mesir ini, lalu kami menjadi pengikut-pengikutmu? Sungguh, kami sama sekali tidak akan pernah mempercayai kalian berdua dan tidak akan membenarkan apa yang kalian bawa."
Mereka menuduh Nabi Musa dengan tuduhan yang keji, mengira bahwa dakwah kepada tauhid hanyalah alat untuk meraih kekuasaan duniawi. Padahal, Musa dan Harun adalah hamba-hamba Allah yang suci dan mulia, yang tidak menginginkan apa pun selain kebaikan dan keselamatan bagi kaumnya dari azab Allah. Mereka tidak menuntut harta, tahta, maupun kehormatan duniawi—mereka hanya ingin menyelamatkan manusia dari kesesatan menuju cahaya petunjuk.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh mengherankan sikap Fir'aun dan kaumnya! Mereka menolak kebenaran yang sudah jelas, hanya karena fanatik terhadap warisan nenek moyang dan takut kehilangan kekuasaan. Padahal, agama yang dibawa oleh para nabi adalah agama yang membebaskan manusia dari perbudakan hawa nafsu dan kezaliman, menuju kemuliaan dan ketaatan kepada Allah semata.
Saudaraku, janganlah kita menjadi seperti Fir'aun yang menolak kebenaran karena gengsi dan kekuasaan. Jadilah hamba yang rendah hati, yang selalu siap menerima kebenaran dari siapa pun datangnya, karena kebenaran itu milik Allah. Ketika kebenaran telah jelas, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Ingatlah bahwa kesombongan adalah penghalang terbesar antara seorang hamba dan hidayah Allah. Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong dan fanatik buta, dan menjadikan hati kita lapang untuk menerima setiap kebenaran yang datang dari-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 76-80 — Yunus
Terjemah — Yunus 78
Surat Yunus Ayat 78 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami…Surat Ayat 78/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 76–80. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








