Yunus · 81/109
Terjemah Transliterasi — Yunus
فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ ۝٨١
Falammaaa alqaw qaala Moosaa maa ji`tum bihis sihru innal laaha sa yubtiluhoo innal laaha laa yuslihu `amalal mufsideen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • مَا جِئْتُم بِهِ : "Apa yang kamu bawa" atau "sesuatu yang kamu datangkan" — yakni alat-alat sihir yang mereka lemparkan.
  • السِّحْرُ : Sihir, yaitu perbuatan yang menipu mata dan mengubah penglihatan, bukan hakikat yang sebenarnya.
  • سَيُبْطِلُهُ : Allah pasti akan menghancurkan, menghilangkan, dan menjadikannya tidak berguna.
  • لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ : Allah tidak akan membenarkan, menguatkan, atau memberikan keberhasilan kepada perbuatan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi.

Tafsir Ayat:

Ketika para penyihir itu telah melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, dan orang-orang pun terpesona oleh tipuan mata mereka, Nabi Musa 'alaihissalam berdiri dengan penuh keyakinan dan keberanian yang bersumber dari iman. Beliau berkata kepada mereka dengan tegas dan tenang: "Apa yang kalian bawa dan perlihatkan ini hanyalah sihir belaka — tipuan yang memperdaya penglihatan, bukan kebenaran yang hakiki. Sungguh, Allah Yang Maha Kuasa akan menghancurkan dan melenyapkan sihir kalian ini, sehingga tidak tersisa sedikit pun bekasnya. Karena Allah tidak akan pernah membenarkan, menguatkan, atau memberikan kemenangan kepada perbuatan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, baik kerusakan dalam agama maupun dalam kehidupan manusia."

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa kebatilan, betapapun besarnya dan betapapun hebatnya tipuannya, pasti akan hancur dan sirna di hadapan kebenaran. Sebagaimana sihir para penyihir Fir'aun yang dahsyat itu, pada akhirnya hanya menjadi debu yang diterbangkan angin ketika tongkat Nabi Musa menjadi ular besar yang menelannya. Ini adalah sunnatullah yang berlaku sepanjang zaman: kebenaran akan selalu menang, dan kebatilan akan selalu runtuh.


Sentuhan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya keyakinan Nabi Musa 'alaihissalam saat itu. Di hadapannya berdiri para penyihir hebat yang didukung oleh penguasa zalim, dengan perlengkapan yang mengagumkan, dan ribuan pasang mata yang menonton. Namun beliau tidak gentar sedikit pun, karena beliau yakin bahwa Allah bersama kebenaran. Inilah pelajaran berharga bagi kita: jangan pernah takut kepada kebatilan meskipun ia tampak besar dan kuat, dan jangan pernah meremehkan kebenaran meskipun ia tampak kecil dan lemah. Karena Allah selalu bersama orang-orang yang berbuat kebaikan dan keikhlasan.

Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa Allah tidak akan memberkahi usaha yang dibangun di atas kecurangan, penipuan, dan kerusakan. Maka jadilah hamba-hamba Allah yang senantiasa menebar kebaikan, kejujuran, dan perdamaian di muka bumi. Karena barangsiapa yang berbuat baik, Allah akan membalas kebaikannya, dan barangsiapa yang berbuat kerusakan, Allah akan menghancurkan usahanya meskipun ia merasa telah berbuat hebat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berpegang teguh pada kebenaran dan dijauhkan dari segala bentuk kerusakan.



📜 Ayat 79-83 — Yunus

79وَقَالَ فِرْعَوْنُ ائْتُونِي بِكُلِّ سَاحِرٍ عَلِيمٍ
Fir'aun berkata (kepada pemuka kaumnya): "Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!"
80فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنتُم مُّلْقُونَ
Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".
81فَلَمَّا أَلْقَوْا قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُم بِهِ السِّحْرُ ۖ إِنَّ اللَّهَ سَيُبْطِلُهُ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ
Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya" Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.
82وَيُحِقُّ اللَّهُ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya).
83فَمَا آمَنَ لِمُوسَىٰ إِلَّا ذُرِّيَّةٌ مِّن قَوْمِهِ عَلَىٰ خَوْفٍ مِّن فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَن يَفْتِنَهُمْ ۚ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.
YunusIndeks Quran
109Ayat
MakkiyahRevelation
81Ayat

Terjemah — Yunus 81

Surat Yunus Ayat 81 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: "Apa yang kamu lakukan…

Surat Ayat 81/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 79–83. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu