Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- "Hādzal-balad": Negeri ini, yaitu kota Mekkah.
- "Āminan": Negeri yang aman, tenteram, dan damai, tidak ada ketakutan serta tidak ada penindasan di dalamnya.
- "Waj-nibnī": Jauhkanlah aku, lindungilah aku, dan palingkanlah aku.
- "Al-Ashnām": Bentuk jamak dari *shanam*, yaitu berhala-berhala yang berbentuk patung atau gambar yang disembah selain Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah dan sampaikanlah kepada umatmu sebuah kisah yang penuh hikmah dari doa kekasih Allah, Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Ketika beliau telah menempatkan istrinya Siti Hajar dan putranya yang masih bayi, Nabi Ismail, di lembah yang tandus dan gersang, yaitu lembah Mekkah, atas perintah Allah, beliau memanjatkan doa yang agung kepada Rabb-nya.
Ibrahim berdoa: *"Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekkah) sebagai negeri yang aman dan damai."* Beliau memohon agar negeri yang kelak menjadi kiblat umat Islam ini dijaga dari segala bentuk ketakutan, kekacauan, penumpahan darah, dan kezaliman. Doa ini adalah doa yang mustajab, karena Allah kemudian menjadikan Mekkah sebagai tanah haram yang aman, di mana manusia dan hewan sama-sama merasa tenteram di dalamnya.
Kemudian beliau melanjutkan doanya dengan permohonan yang sangat dalam: *"Dan jauhkanlah aku beserta anak-anakku dari menyembah berhala-berhala."* Ini adalah bukti ketakutan yang sangat besar dari seorang ayah yang saleh terhadap kesesatan. Beliau tidak hanya memohon keselamatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keturunannya. Beliau sangat khawatir jika anak-anaknya kelak terjerumus ke dalam kemusyrikan, karena syirik adalah dosa terbesar yang menghapus seluruh amal kebaikan.
Doa ini menunjukkan betapa tingginya perhatian Nabi Ibrahim terhadap kemurnian tauhid. Beliau tahu bahwa hati manusia itu mudah berbolak-balik, dan setan selalu berusaha menyesatkan anak cucu Adam. Oleh karena itu, beliau memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari perbuatan menyembah selain-Nya, baik itu patung, berhala, maupun segala bentuk sesembahan palsu lainnya.
Hikmah dan Pelajaran untuk Kita:
Saudaraku seiman, perhatikanlah bagaimana seorang nabi yang maksum saja masih merasa khawatir akan keselamatan imannya dan iman anak keturunannya. Beliau tidak merasa aman dari tipu daya setan, sehingga beliau terus-menerus berdoa memohon keteguhan iman. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua.
Janganlah kita pernah merasa sombong atau merasa sudah aman dari kesesatan. Setiap saat kita membutuhkan pertolongan Allah agar dijauhkan dari syirik dan segala bentuk penyimpangan. Mari kita teladani doa Nabi Ibrahim ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus senantiasa memohon kepada Allah agar dijauhkan dari segala bentuk kemusyrikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, seperti riya' (pamer), ujub (bangga diri), dan cinta dunia yang berlebihan yang dapat menggeser kecintaan kita kepada Allah.
Doa ini juga mengajarkan kita untuk memperhatikan pendidikan iman bagi keluarga kita. Sebagaimana Nabi Ibrahim mendoakan anak-anaknya, kita pun hendaknya senantiasa mendoakan anak-anak kita agar mereka tumbuh menjadi hamba-hamba yang bertauhid, istiqamah di jalan Allah, dan dijauhkan dari segala bentuk kesesatan. Semoga Allah menjadikan kita dan keluarga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu menjaga kemurnian tauhid, dan semoga kita semua dipertemukan dengan Nabi Ibrahim di surga-Nya yang kekal. Aamiin.
📜 Ayat 33-37 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 35
Surat Ibrahim Ayat 35 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini…Surat Ayat 35/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








