Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَعَايِشَ: bentuk jamak dari *ma'isyah*, artinya segala sesuatu yang menjadi sarana kehidupan, seperti makanan, minuman, pakaian, dan sumber penghidupan lainnya.
- وَمَن لَّسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ: "dan (Kami ciptakan) makhluk-makhluk yang bukan kalian yang memberi rezeki mereka." Maksudnya, ada banyak makhluk yang rezekinya tidak bergantung pada kalian, tetapi Allah yang menanggungnya.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, renungkanlah kebesaran Allah! Dialah yang telah menjadikan bumi ini sebagai tempat tinggal yang penuh berkah. Di dalamnya, Allah menyediakan berbagai macam sarana kehidupan untuk kalian: tanah yang subur untuk bercocok tanam, hewan ternak yang memberi susu dan daging, sumber air yang segar, serta berbagai jenis mata pencaharian dan perniagaan yang halal. Semua itu Allah bentangkan agar kalian dapat hidup dengan nyaman dan sejahtera di dunia ini.
Bukan hanya itu, Allah juga menciptakan untuk kalian anak-anak, pembantu, dan hewan-hewan tunggangan yang kalian manfaatkan untuk berbagai keperluan. Padahal, kalian sama sekali tidak memberi rezeki kepada mereka. Kalian tidak menciptakan makanan mereka, tidak pula menumbuhkan tumbuhan untuk mereka. Justru Allah-lah yang memberi rezeki kepada mereka semua, sebagaimana Dia memberi rezeki kepada kalian. Ini adalah bukti kasih sayang dan kemurahan Allah yang tiada tara.
Maka janganlah sekali-kali kalian merasa bangga dengan harta atau kemampuan yang kalian miliki, seolah-olah kalianlah yang menghidupi orang-orang di sekitar kalian. Sesungguhnya Allah-lah Ar-Razzāq (Maha Pemberi Rezeki) bagi seluruh makhluk-Nya. Kalian hanyalah perantara, dan Allah lah yang sejatinya menanggung rezeki setiap makhluk yang bernyawa di muka bumi ini.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat indah: jangan pernah merasa besar atau sombong karena apa yang kita miliki. Rezeki yang ada di tangan kita hanyalah titipan dari Allah. Bahkan orang-orang yang kita nafkahi—anak, istri, karyawan, atau hewan peliharaan kita—rezeki mereka sebenarnya datang dari Allah, bukan dari kita. Kita hanyalah wasilah (perantara) yang Allah pilih untuk menyalurkan karunia-Nya.
Ketika hati kita meyakini bahwa Allah-lah pemberi rezeki yang sejati, maka kita akan menjadi pribadi yang dermawan, ikhlas, dan tidak pelit. Kita tidak akan merasa rugi ketika memberi, karena kita sadar bahwa apa yang kita berikan bukanlah milik kita sepenuhnya. Kita juga tidak akan iri melihat rezeki orang lain, karena Allah membagi rezeki sesuai kehendak dan hikmah-Nya.
Marilah kita perbanyak rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan, dan perbanyak berbagi kepada sesama. Karena dengan berbagi, kita justru sedang menanam kebaikan yang akan Allah lipatgandakan balasannya. Sungguh, Allah Maha Kaya lagi Maha Pemurah, dan Dia mencintai hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan dermawan.
📜 Ayat 18-22 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 20
Surat Al-Hijr Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan…Surat Ayat 20/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








