An-Nahl · 108/128
Terjemah Transliterasi — An-Nahl
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ ۝١٠٨
Ulaaa`ikal lazeena taba`al laahu `alaa quloobihim wa sam`ihim wa absaarihim wa ulaaa`ika humul ghaafiloon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • طَبَعَ artinya menutup dan mengunci mati, sehingga tidak ada lagi celah untuk masuknya kebaikan.
  • الْغَافِلُونَ artinya orang-orang yang lalai, tidak menyadari akibat dari perbuatan mereka.

Tafsir:

Mereka itulah orang-orang yang telah Allah kunci mati hati mereka, sehingga tidak ada lagi cahaya petunjuk yang mampu menembusnya. Hati mereka tertutup rapat dari kebenaran karena mereka memilih kekufuran dan mendahulukan kesenangan duniawi daripada akhirat. Pendengaran mereka pun menjadi tuli dari ayat-ayat Allah, tidak lagi mampu mendengar nasihat dengan telinga hati yang merenung. Penglihatan mereka menjadi buta dari tanda-tanda kebesaran Allah yang tersebar di alam semesta, sehingga bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya tidak lagi memberi kesan di dalam jiwa mereka.

Mereka adalah golongan yang telah Allah jauhkan dari jalan hidayah sebagai balasan yang setimpal atas keingkaran mereka setelah sebelumnya beriman. Allah menutup seluruh pintu hidayah pada diri mereka, sehingga hati, pendengaran, dan penglihatan mereka tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya untuk mengambil pelajaran dan merenungkan kebenaran. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar lalai — lalai dari memikirkan akibat perbuatan mereka, lalai dari merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah, dan lalai dari azab yang telah Allah siapkan bagi mereka di akhirat kelak.

Sungguh, ini merupakan peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Betapa bahayanya jika seseorang terus-menerus berpaling dari kebenaran, hingga akhirnya Allah mengunci mati hatinya sendiri. Maka wahai saudaraku, janganlah sekali-kali kita meremehkan dosa-dosa kecil yang kita lakukan berulang kali, karena bisa jadi itu adalah awal dari tertutupnya hati kita dari petunjuk. Jagalah hati kita dengan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak istighfar, dan tidak pernah bosan untuk kembali kepada-Nya. Karena selama hati masih terbuka dan masih mau menerima nasihat, selama itu pula pintu taubat masih terbuka lebar. Jangan biarkan diri kita termasuk golongan yang lalai, karena orang-orang yang lalai akan menyesal di saat penyesalan itu sudah tidak lagi berguna. Mari kita jadikan ayat ini sebagai cambuk untuk selalu menjaga keimanan dan ketaatan kita kepada Allah, agar hati kita senantiasa hidup dan bersinar dengan cahaya keimanan.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 106-110 — An-Nahl

106مَن كَفَرَ بِاللَّهِ مِن بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.
107ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّوا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.
108أُولَٰئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.
109لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi.
110ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُوا مِن بَعْدِ مَا فُتِنُوا ثُمَّ جَاهَدُوا وَصَبَرُوا إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
An-NahlIndeks Quran
128Ayat
MakkiyahRevelation
108Ayat

Terjemah — An-Nahl 108

Surat An-Nahl Ayat 108 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci…

Surat Ayat 108/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 106–110. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu