Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Amsātun (أَمْوَاتٌ): benda-benda mati, tidak bernyawa.
- Ghairu ahyā'in (غَيْرُ أَحْيَاءٍ): tidak akan hidup kembali selamanya; berbeda dengan makhluk mati lainnya yang suatu saat akan dibangkitkan.
- Wa mā yasy'urūna (وَمَا يَشْعُرُونَ): mereka tidak mengetahui atau merasakan.
- Ayyāna yub'atsūn (أَيَّانَ يُبْعَثُونَ): kapankah mereka akan dibangkitkan (dihidupkan kembali).
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan kebodohan orang-orang musyrik yang menyembah berhala-berhala buatan tangan mereka sendiri, Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa sesembahan-sesembahan tersebut adalah benda-benda mati yang tidak bernyawa. Mereka bukan hanya mati, tetapi juga tidak akan pernah hidup kembali selamanya. Ini berbeda dengan manusia atau hewan yang mati, karena mereka akan dibangkitkan pada hari kiamat. Adapun berhala-berhala itu, mereka adalah benda mati yang kekal dalam kematiannya, tidak ada ruh, tidak ada kehidupan, dan tidak ada harapan untuk hidup.
Lebih dari itu, Allah juga memberitahukan bahwa berhala-berhala tersebut tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan bersama para penyembahnya pada hari kiamat. Mereka tidak punya perasaan, tidak punya akal, dan tidak punya pengetahuan sedikit pun. Mereka tidak sadar bahwa kelak mereka akan dikumpulkan bersama orang-orang yang menyembah mereka, lalu dilemparkan ke dalam neraka Jahanam sebagai bentuk penghinaan terhadap para penyembahnya dan sebagai bukti kebatilan peribadahan mereka.
Ayat ini dengan sangat jelas menunjukkan betapa bodoh dan sia-sianya perbuatan orang-orang musyrik yang menyembah benda-benda mati yang tidak mampu memberikan manfaat maupun mudarat, tidak mendengar doa, tidak menolong, bahkan tidak menyadari keberadaan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin sesuatu yang demikian lemah dan hina dijadikan sebagai sesembahan selain Allah Yang Maha Hidup, Maha Kuasa, dan Maha Mengetahui segala sesuatu?
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan betapa agungnya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kita sembah. Allah adalah Dzat Yang Maha Hidup, tidak pernah mati, dan senantiasa mengurus makhluk-Nya. Dia mendengar doa hamba-Nya, mengetahui segala isi hati, dan mampu mengabulkan permintaan. Sungguh, betapa beruntungnya kita yang telah diberi petunjuk untuk beribadah hanya kepada Allah, bukan kepada makhluk atau benda mati yang tidak berguna.
Marilah kita senantiasa menjaga kemurnian tauhid kita, menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Jangan sampai hati kita terikat pada makhluk, harta, jabatan, atau apa pun selain Allah. Karena hanya Allah-lah yang layak disembah, hanya Dia yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Jadikanlah ayat ini sebagai pengingat bahwa segala sesuatu selain Allah adalah fana dan tidak berdaya, dan hanya kepada Allah-lah kita memanjatkan segala harapan dan doa.
📜 Ayat 19-23 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 21
Surat An-Nahl Ayat 21 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui…Surat Ayat 21/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 19–23. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








