Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ : Maka Maryam menunjuk kepada putranya, Nabi Isa 'alaihissalam.
- الْمَهْدِ : Tempat tidur bayi, atau buaian tempat bayi diletakkan.
- صَبِيًّا : Anak kecil yang masih menyusu, bayi yang belum bisa berbicara.
Tafsir Ayat:
Sungguh sebuah pemandangan yang mengharukan dan penuh keajaiban! Ketika Maryam datang kepada kaumnya dengan menggendong bayinya yang baru lahir, mereka pun menyambutnya dengan tuduhan dan celaan yang pedas. Mereka berkata, "Wahai Maryam, sungguh engkau telah melakukan suatu perkara yang sangat besar dan keji!"
Namun Maryam 'alaihassalam, dengan ketenangan dan keyakinan yang teguh kepada Allah, tidak banyak berbicara. Ia hanya menunjuk kepada bayinya yang berada dalam buaian, seakan-akan berkata, "Tanyalah kepada bayi ini, ia akan menjawab kalian!"
Kaumnya pun tercengang dan merasa dipermainkan. Mereka berkata dengan nada heran dan mengejek, "Bagaimana mungkin kami berbicara dengan seorang bayi yang masih dalam buaian dan masih menyusu? Ia belum mampu berbicara sama sekali!"
Mereka mengira Maryam sedang memperolok-olok mereka. Padahal, di balik itu semua, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyiapkan mukjizat yang luar biasa. Bayi yang baru lahir itu akan berbicara dengan izin Allah untuk membela kesucian ibunya dan membuktikan kebesaran Sang Pencipta.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana Allah selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertawakal. Maryam yang saat itu dalam kondisi terdesak dan dituduh dengan tuduhan yang sangat berat, tidak berputus asa. Ia berserah diri sepenuhnya kepada Allah, dan Allah pun menolongnya dengan cara yang tidak pernah terbayangkan oleh akal manusia.
Ketika manusia berkata "mustahil", Allah berkata "Jadilah!" maka jadilah ia. Bayi yang baru lahir berbicara adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: jangan pernah meremehkan pertolongan Allah, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, meskipun keadaan terasa sangat sulit dan mustahil.
Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesabaran dan kehormatan diri. Maryam tidak membalas tuduhan kaumnya dengan perdebatan yang panjang, melainkan ia memilih cara yang lebih bijaksana—menyerahkan pembelaannya kepada Allah. Betapa indahnya ketika seorang hamba menjadikan Allah sebagai pembelanya!
Semoga kita senantiasa diberikan keteguhan iman seperti Maryam, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi orang-orang yang bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 27-31 — Maryam
Terjemah — Maryam 29
Surat Maryam Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan…Surat Ayat 29/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








