Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْإِنسَانُ (al-insān): yang dimaksud di sini adalah manusia kafir yang mengingkari hari kebangkitan.
- أَإِذَا مَا مِتُّ (a-idzā mā mittu): apakah apabila aku telah mati dan hancur binasa.
- لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا (lasawfa ukhraju hayyan): sungguh aku akan dikeluarkan dari kubur dalam keadaan hidup kembali.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan tentang perkataan manusia kafir yang mengingkari hari kebangkitan. Ia berkata dengan nada heran, meremehkan, dan mengejek: "Apakah sungguh apabila aku telah mati dan tubuhku hancur menjadi tanah, aku akan dikeluarkan dari kubur dalam keadaan hidup kembali?" Ucapan ini dilontarkan sebagai bentuk pengingkaran dan ejekan terhadap janji Allah tentang hari kebangkitan.
Ayat ini turun berkenaan dengan seorang tokoh kafir bernama Ubay bin Khalaf. Ia pernah menghancurkan tulang-belulang yang telah lapuk, lalu menaburkannya ke angin sambil berkata: "Apakah kita akan dibangkitkan kembali setelah menjadi seperti ini?" Maka Allah menurunkan ayat ini untuk membantah keraguannya dan menjelaskan bahwa kebangkitan itu pasti terjadi.
Sungguh, manusia yang mengingkari kebangkitan ini telah lupa akan awal penciptaannya. Padahal Allah yang telah menciptakannya dari tiada, tentu Maha Kuasa pula untuk menghidupkannya kembali setelah mati. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena Dialah yang menciptakan langit dan bumi, dan kuasa-Nya tidak terbatas oleh apa pun.
Renungan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, betapa banyak di antara kita yang lalai akan hakikat kehidupan setelah kematian. Padahal kematian itu pasti datang, dan kebangkitan itu adalah janji Allah yang tidak akan pernah terlambat maupun tertunda. Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang meragukan kuasa Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Renungkanlah: jika Allah mampu menciptakan alam semesta yang begitu luas dengan segala isinya, maka menghidupkan kembali manusia yang telah mati adalah perkara yang jauh lebih mudah bagi-Nya. Maka marilah kita senantiasa mempersiapkan diri menghadapi hari kebangkitan itu dengan amal saleh dan iman yang teguh, agar kita termasuk golongan yang beruntung dan selamat di hari yang agung tersebut.
📜 Ayat 64-68 — Maryam
Terjemah — Maryam 66
Surat Maryam Ayat 66 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan berkata manusia: "Betulkah apabila aku telah mati, bahwa aku…Surat Ayat 66/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 64–68. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








