Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Kafara bi āyātinā: Mengingkari bukti-bukti kekuasaan Kami dan mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an serta hari kebangkitan.
- La'ūtayanna mālan wa waladā: Sungguh aku akan diberikan harta dan anak (di akhirat kelak).
Tafsir:
Wahai Rasulullah ﷺ, pernahkah engkau melihat dan memperhatikan dengan penuh keheranan keadaan orang kafir yang sangat sombong dan lancang itu? Dialah orang yang mengingkari bukti-bukti kekuasaan Allah, mendustakan ayat-ayat-Nya, dan menolak kebenaran hari kebangkitan. Dengan penuh kesombongan dan keangkuhan, ia berkata: "Jika benar aku dibangkitkan di akhirat nanti, maka aku pasti akan diberikan harta yang melimpah dan anak-anak yang banyak, sebagaimana aku mendapatkannya di dunia."
Orang ini mengira bahwa kedudukan dan kenikmatan dunia yang ia peroleh sekarang adalah jaminan bahwa ia akan memperoleh hal yang sama atau bahkan lebih baik di akhirat. Ia lupa bahwa akhirat adalah negeri pembalasan, bukan negeri ujian. Di sana, setiap orang akan menerima balasan sesuai dengan amal perbuatannya, bukan berdasarkan status sosial atau kekayaan duniawinya.
Sungguh, ini adalah bentuk kesesatan berpikir yang sangat parah. Orang kafir itu menganggap remeh kekuasaan Allah dan mengira bahwa Allah akan memperlakukannya dengan baik di akhirat meskipun ia kufur terhadap nikmat dan ayat-ayat-Nya. Padahal, Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana dalam memberikan balasan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang bahaya kesombongan dan ketergantungan pada dunia. Betapa banyak di antara kita yang tertipu oleh kemewahan hidup, lalu lupa bahwa semua itu hanyalah titipan yang suatu saat akan dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kita menjadi seperti orang yang disebut dalam ayat ini, yang merasa aman dengan kekayaan dan keturunan, padahal ia telah kufur terhadap nikmat Allah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta dan anak, melainkan pada keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Harta dan anak adalah ujian, bukan jaminan keselamatan. Yang akan menyelamatkan kita di akhirat hanyalah iman dan amal saleh.
Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong dan lalai, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur dan taat kepada perintah-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 75-79 — Maryam
Terjemah — Maryam 77
Surat Maryam Ayat 77 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat…Surat Ayat 77/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 75–79. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








