Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- أَطَّلَعَ الْغَيْبَ (Apakah dia menembus/melihat hal gaib?): Maksudnya, apakah dia mengetahui perkara-perkara gaib yang tersembunyi, seperti melihat Lauh Mahfuzh atau mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan?
- اتَّخَذَ عِندَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا (Atau dia membuat perjanjian di sisi Ar-Rahman?): Maksudnya, apakah dia memiliki janji yang pasti dari Allah Yang Maha Pengasih bahwa dia akan mendapatkan apa yang dia klaim?
Tafsir Ayat:
Allah Ta'ala berfirman dengan nada mencela dan mengingkari perkataan orang-orang musyrik yang mengaku akan mendapatkan harta dan anak-anak yang banyak di akhirat, serta mengaku akan masuk surga. Allah berfirman: "Apakah orang yang berkata demikian itu telah menembus alam gaib dan melihat apa yang akan terjadi di masa depan dengan mata kepalanya sendiri? Atau apakah dia telah membuat perjanjian khusus dengan Allah Yang Maha Pengasih bahwa dia pasti akan mendapatkan semua yang dia inginkan itu?"
Tentu saja tidak! Semua itu hanyalah angan-angan kosong belaka. Dia tidak memiliki pengetahuan tentang hal gaib, dan tidak pula memiliki perjanjian yang sah dengan Allah. Perkataannya itu hanyalah dugaan dan khayalan yang tidak berdasar sama sekali.
Ayat ini merupakan teguran keras dari Allah terhadap orang-orang yang berani berbicara tentang perkara gaib tanpa ilmu, dan berani mengklaim sesuatu yang tidak pernah dijanjikan oleh Allah kepada mereka. Ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua agar tidak berbicara tentang perkara-perkara gaib kecuali berdasarkan wahyu dan dalil yang shahih.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa manusia tidak boleh berangan-angan kosong tentang surga dan kenikmatan akhirat tanpa disertai amal saleh dan keimanan yang benar. Allah tidak menerima klaim semata-mata tanpa bukti. Sebagaimana firman-Nya: "Itu hanyalah angan-angan kosongmu dan angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya dia akan dibalas dengan kejahatan itu." (QS. An-Nisa: 123)
Maka marilah kita menjadi hamba-hamba yang jujur dan tawadhu', yang tidak mengaku-ngaku memiliki kedudukan di sisi Allah tanpa dibuktikan dengan ketaatan dan ketakwaan. Sesungguhnya Allah Yang Maha Pengasih itu Maha Mengetahui siapa di antara hamba-hamba-Nya yang benar-benar bertakwa dan beramal saleh. Dan ketahuilah, bahwa jalan menuju surga itu bukan dengan angan-angan, melainkan dengan iman yang benar, amal yang saleh, dan istiqamah di atas jalan-Nya hingga akhir hayat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dan istiqamah, serta menjauhkan kita dari sifat mengaku-ngaku tanpa amal. Aamiin.
📜 Ayat 76-80 — Maryam
Terjemah — Maryam 78
Surat Maryam Ayat 78 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Adakah ia melihat yang ghaib atau ia telah membuat perjanjian…Surat Ayat 78/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 76–80. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








