Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Azwājihim: istri-istri mereka yang sah dalam ikatan pernikahan.
- Mā malakat aymānuhum: hamba sahaya perempuan (budak wanita) yang dimiliki melalui jalan yang dibenarkan syariat.
- Ghayru malūmīn: tidak tercela, tidak berdosa, dan tidak mendapat celaan.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan sifat orang-orang mukmin yang menjaga kemaluannya dari hal-hal yang diharamkan, Allah menjelaskan pengecualian yang dibolehkan bagi mereka. Sesungguhnya seorang mukmin tidaklah tercela dan tidak berdosa apabila ia menyalurkan hasratnya kepada istri-istrinya yang sah atau kepada hamba sahaya perempuan yang dimilikinya dengan cara yang halal. Allah telah menghalalkan kedua jalan ini bagi mereka, sehingga tidak ada dosa, tidak ada celaan, dan tidak ada keraguan dalam hal tersebut.
Ayat ini secara khusus ditujukan kepada kaum laki-laki, karena merekalah yang memiliki hak untuk menikmati istri dan hamba sahaya perempuannya. Adapun bagi perempuan, ia wajib menjaga kehormatannya dan tidak dibenarkan menyalurkan hasratnya kecuali kepada suaminya yang sah. Hal ini telah dijelaskan dalam dalil-dalil lain yang menegaskan kewajiban menjaga kesucian diri bagi perempuan.
Yang dimaksud dengan "mā malakat aymānuhum" di sini adalah hamba sahaya perempuan yang dimiliki secara sah dan halal, bukan budak yang didapat dengan jalan yang batil. Para ulama menegaskan bahwa seorang suami boleh bergaul dengan hamba sahaya perempuannya sebagaimana ia bergaul dengan istrinya, karena Allah telah menghalalkannya.
Pesan Dakwah:
Sungguh indah ajaran Islam yang menjaga fitrah manusia! Allah tidak melarang hasrat biologis secara total, namun mengarahkannya ke jalan yang halal dan diridhai. Ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Islam adalah agama yang sejalan dengan fitrah manusia, tidak seperti ajaran-ajaran lain yang memerangi naluri manusia secara ekstrem, dan tidak pula membiarkannya terombang-ambing tanpa aturan.
Marilah kita renungkan, wahai saudaraku! Betapa Allah memudahkan jalan bagi hamba-Nya untuk menjaga kesucian diri. Barangsiapa yang mampu menikah, hendaknya ia menikah karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaknya ia berpuasa dan menjauhi segala yang diharamkan. Sesungguhnya menjaga diri dari yang haram adalah salah satu kunci kebahagiaan di dunia dan keberuntungan di akhirat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga kehormatan dan menjauhi segala yang diharamkan, serta senantiasa bersyukur atas nikmat halal yang telah Dia berikan. Aamiin.
📜 Ayat 4-8 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 6
Surat Al-Mu'minun Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka…Surat Ayat 6/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








