Asy-Syu'ara · 136/227
Terjemah Transliterasi — Asy-Syu'ara
قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ الْوَاعِظِينَ ۝١٣٦
Qaaloo sawaaa`un `alainaaa awa `azta am lam takum minal waa`izeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka menjawab: "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Sawā'un 'alainā: Sama saja bagi kami, tidak ada bedanya.
  • Awa'aẓta: Apakah engkau memberi nasihat dan peringatan.
  • Lam takun min al-wā'iẓīn: Atau engkau tidak termasuk orang-orang yang memberi nasihat.

Tafsir:

Ini adalah perkataan kaum Nabi Syu'aib 'alaihissalam yang penuh dengan keangkuhan dan pembangkangan. Mereka berkata kepada Nabi Syu'aib: "Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat dan peringatan kepada kami atau engkau tidak melakukannya sama sekali. Kami tidak akan pernah beriman kepadamu dan tidak akan pernah meninggalkan apa yang kami yakini selama ini."

Ucapan ini menunjukkan betapa kerasnya hati mereka dan betapa tertutupnya pintu hidayah bagi mereka. Mereka telah mencapai puncak kesombongan, sehingga nasihat yang seharusnya menjadi penawar bagi hati yang sakit justru mereka tolak dengan penuh keengganan. Padahal, nasihat (al-mau'iẓah) adalah perkataan yang mampu melembutkan hati dengan mengingatkan janji dan ancaman Allah. Namun, ketika hati telah terkunci mati, seindah apa pun nasihat yang disampaikan, ia tidak akan memberi bekas.

Sungguh, sikap seperti ini adalah sikap yang sangat berbahaya. Seorang mukmin hendaknya tidak pernah merasa cukup dari nasihat dan peringatan. Setiap kali Al-Qur'an dibacakan, setiap kali pengajian dihadiri, hendaknya hati kita terbuka untuk menerima cahaya hidayah. Jangan sampai kita termasuk golongan yang berkata, "Sama saja bagi kami, apakah engkau menasihati kami atau tidak." Na'udzubillah.

Renungkanlah wahai saudaraku, betapa ruginya orang yang mendustakan kebenaran. Padahal, nasihat yang disampaikan adalah untuk kebaikan mereka sendiri. Allah Ta'ala tidak membutuhkan keimanan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan rahmat dan ampunan-Nya. Maka, janganlah kita menutup pintu kebaikan untuk diri kita sendiri. Sambutlah setiap nasihat dengan hati yang lapang, karena di dalamnya terdapat kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 134-138 — Asy-Syu'ara

134وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
dan kebun-kebun dan mata air,
135إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".
136قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُن مِّنَ الْوَاعِظِينَ
Mereka menjawab: "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasehat atau tidak memberi nasehat,
137إِنْ هَٰذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.
138وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ
dan kami sekali-kali tidak akan di "azab".
Asy-Syu'araIndeks Quran
227Ayat
MakkiyahRevelation
136Ayat

Terjemah — Asy-Syu'ara 136

Surat Asy-Syu'ara Ayat 136 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka menjawab: "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi…

Surat Ayat 136/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 134–138. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu