Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Akhuuhum (أَخُوهُمْ): saudara mereka, yaitu Nabi Shalih 'alaihis salam. Dinamakan "saudara" karena beliau berasal dari kaum Tsamud, sehingga nasabnya sama dengan mereka.
- Shalih (صَالِحٌ): Nabi Shalih 'alaihis salam, seorang rasul yang diutus kepada kaum Tsamud.
- Tattaquun (تَتَّقُونَ): bertakwa, yaitu takut kepada Allah dan menjauhi siksa-Nya dengan meninggalkan kemusyrikan dan beribadah hanya kepada-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengisahkan kepada kita tentang kaum Tsamud, sebuah kaum yang hidup setelah kaum 'Ad. Mereka diberi nikmat yang melimpah, berupa tanah yang subur, kebun-kebun yang indah, dan bangunan-bangunan megah yang mereka pahat dari gunung. Namun, mereka menyembah berhala dan berpaling dari Allah.
Maka Allah mengutus kepada mereka seorang laki-laki dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Shalih 'alaihis salam. Beliau berkata kepada mereka dengan penuh kasih sayang dan kelembutan: "Tidakkah kalian bertakwa?" Yakni, mengapa kalian tidak takut kepada Allah dan tidak meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya? Mengapa kalian tidak menyadari bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatan kalian dan akan membalas setiap amal perbuatan?
Seruan ini adalah seruan yang penuh hikmah. Nabi Shalih tidak langsung menghardik atau mencela, tetapi beliau mengajak mereka untuk merenung dan bertanya kepada hati nurani mereka sendiri. Beliau mengingatkan mereka tentang azab Allah yang pedih jika mereka tetap dalam kesesatan, dan tentang pahala yang besar jika mereka beriman dan bertakwa.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa mulianya akhlak para nabi dalam berdakwah. Mereka tidak memaksa, tidak kasar, tetapi mengajak dengan pertanyaan yang menyentuh kesadaran: "Tidakkah kalian bertakwa?" Ini adalah cara yang paling efektif untuk membangunkan hati yang lalai.
Renungkanlah, wahai saudaraku! Jika Nabi Shalih saja bertanya kepada kaumnya dengan penuh kelembutan, maka kita pun hendaknya berdakwah kepada keluarga, tetangga, dan sahabat kita dengan cara yang sama. Ajaklah mereka untuk bertakwa kepada Allah, karena takwa adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Takwa bukanlah sekadar ucapan, tetapi amalan yang lahir dari rasa takut dan cinta kepada Allah. Dengan bertakwa, hati menjadi tenang, hidup menjadi berkah, dan Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan. Allah berfirman: *"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangkanya."* (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bagi diri kita sendiri. Sebelum mengajak orang lain bertakwa, mari kita mulai dari diri kita. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan mendapatkan ridha-Nya di dunia maupun di akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 140-144 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 142
Surat Asy-Syu'ara Ayat 142 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ketika saudara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak…Surat Ayat 142/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 140–144. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








