Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Qaryah (قَرْيَةٍ): Negeri atau perkampungan yang dimaksud di sini adalah penduduknya, yaitu suatu umat atau komunitas manusia.
- Mundzirun (مُنذِرُونَ): Para pemberi peringatan, yaitu para rasul dan nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan peringatan kepada kaumnya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menegaskan keadilan dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam memperlakukan hamba-hamba-Nya. Allah memberitahukan bahwa Dia tidak akan membinasakan suatu negeri atau umat manusia, kecuali setelah terlebih dahulu mengutus kepada mereka para pemberi peringatan. Para rasul dan nabi itu datang membawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang ingkar dan berbuat dosa.
Ini adalah bentuk keadilan Allah yang sempurna. Allah tidak akan menjatuhkan azab atau kebinasaan kepada suatu kaum sebelum memberikan alasan (hujjah) yang jelas kepada mereka. Allah mengutus para rasul, menurunkan kitab-kitab suci, dan memberikan akal serta fitrah kepada manusia agar mereka tidak memiliki alasan untuk berdalih pada hari kiamat nanti. Allah berfirman dalam ayat lain: "Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul." (QS. Al-Isra': 15).
Dengan demikian, tidak ada seorang pun yang dapat berkata, "Tidak ada seorang pemberi peringatan yang datang kepada kami." Semua umat telah menerima undangan kebenaran, dan mereka yang binasa adalah mereka yang dengan sengaja menolak kebenaran setelah jelas baginya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini menunjukkan betapa agungnya kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Allah tidak pernah berlaku zalim sedikit pun kepada hamba-Nya. Sebelum menurunkan hukuman, Allah selalu memberi peringatan dan kesempatan. Ini adalah bukti cinta Allah kepada kita agar kita tidak tersesat dan binasa.
Maka, marilah kita renungkan: betapa beruntungnya kita yang telah menerima peringatan melalui Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah ﷺ. Janganlah kita termasuk orang-orang yang mendustakan peringatan tersebut. Jadikanlah setiap peringatan yang kita dengar sebagai cambuk untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan segera kembali kepada Allah sebelum datangnya hari yang tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat.
Ingatlah, Allah tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang sangat membutuhkan rahmat dan ampunan-Nya. Marilah kita bersyukur atas nikmat hidayah ini dengan cara mengamalkan apa yang telah diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang selamat di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 206-210 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 208
Surat Asy-Syu'ara Ayat 208 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeripun, melainkan sesudah ada baginya…Surat Ayat 208/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 206–210. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








