Asy-Syu'ara · 50/227
Terjemah Transliterasi — Asy-Syu'ara
قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ ۝٥٠
Qaaloo la daira innaaa ilaa Rabbinaa munqalliboon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata yang Perlu Dijelaskan:

  • لَا ضَيْرَ (lā ḍayr): Tidak ada bahaya, tidak ada kerugian, atau tidak ada masalah. Kata ini berasal dari akar kata الضَّيْرُ yang bermakna keburukan, kemudaratan, atau sesuatu yang membahayakan.
  • مُنقَلِبُونَ (munqalibūn): Orang-orang yang akan kembali, dikembalikan, atau dipulangkan. Maknanya adalah kepulangan setelah kehidupan dunia ini berakhir, yakni kembali kepada Allah untuk menerima balasan.

Tafsir Ayat:

Dalam ayat yang agung ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan jawaban para penyihir istana Fir'aun yang telah beriman kepada Tuhan Nabi Musa dan Nabi Harun 'alaihimassalam. Ketika Fir'aun yang sombong dan kejam itu mengancam mereka dengan hukuman yang sangat mengerikan—memotong tangan dan kaki mereka secara bersilang, kemudian menyalib mereka di batang pohon kurma—mereka tidak gentar sedikit pun. Dengan penuh keteguhan dan keyakinan yang mantap, mereka menjawab: "Tidak ada bahaya sama sekali atas kami! Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."

Ucapan ini adalah ungkapan keberanian yang luar biasa, lahir dari keimanan yang telah meresap ke dalam hati. Mereka sadar bahwa ancaman Fir'aun hanyalah siksaan dunia yang sementara dan akan sirna, sedangkan kepulangan mereka kepada Allah adalah kepastian yang kekal. Mereka memandang bahwa kematian di jalan kebenaran adalah kemenangan yang hakiki, bukan kekalahan. Mereka telah menemukan mutiara iman yang jauh lebih berharga daripada segala kenikmatan dunia yang ditawarkan Fir'aun.

Ayat ini juga mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin sejati tidak akan takut pada ancaman apa pun selama ia berada di atas kebenaran. Dunia dengan segala gemerlapnya hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kampung yang kekal. Para penyihir itu telah mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: ketika iman telah bersemayam dalam hati, maka segala bentuk intimidasi, ancaman, dan siksaan tidak akan mampu menggoyahkan pendirian.


Pesan Dakwah dan Hikmah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah mengangkat derajat para penyihir Fir'aun yang tadinya adalah hamba-hamba dunia, menjadi hamba-hamba Allah yang mulia dalam sekejap. Mereka yang sebelumnya menyembah makhluk, kini dengan lantang menyatakan kepulangan mereka kepada Sang Pencipta. Ini membuktikan bahwa hidayah Allah tidak memandang status, profesi, atau masa lalu seseorang. Pintu taubat selalu terbuka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ketika kita menghadapi ujian dan cobaan dalam memperjuangkan kebenaran, ingatlah bahwa semua itu hanyalah sementara. Siksaan dan kesulitan dunia tidak sebanding dengan kenikmatan abadi di sisi Allah. Jadikanlah keyakinan para penyihir ini sebagai teladan: jangan pernah takut pada ancaman makhluk, karena yang berkuasa atas segalanya hanyalah Allah. Dengan hati yang tenang dan yakin akan pertemuan dengan Rabb kita, kita akan merasakan manisnya iman dan ketenangan jiwa yang tidak bisa diberikan oleh siapa pun selain Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang teguh imannya dan rindu akan pertemuan dengan-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 48-52 — Asy-Syu'ara

48رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ
(yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
49قَالَ آمَنتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ
Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya".
50قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ
Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَن كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ
sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".
52۞ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli".
Asy-Syu'araIndeks Quran
227Ayat
MakkiyahRevelation
50Ayat

Terjemah — Asy-Syu'ara 50

Surat Asy-Syu'ara Ayat 50 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan…

Surat Ayat 50/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu