Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ : Apakah mereka mendengar kalian?
- إِذْ تَدْعُونَ : Ketika kalian berdoa dan memohon kepada mereka.
Tafsir Ayat:
Nabi Ibrahim 'alaihissalam bertanya kepada kaumnya dengan pertanyaan yang menusuk akal sehat mereka, sebagai bentuk teguran dan bantahan terhadap kebodohan mereka dalam beribadah kepada berhala-berhala yang mereka sembah. Beliau berkata: "Apakah berhala-berhala yang kalian sembah itu dapat mendengar doa dan permohonan kalian ketika kalian beribadah dan memanggil-manggil mereka?" Pertanyaan ini mengandung makna pengingkaran dan celaan, karena mustahil patung-patung yang terbuat dari batu dan kayu itu dapat mendengar, apalagi mengabulkan permintaan. Mereka tidak memiliki telinga untuk mendengar, tidak memiliki mata untuk melihat, dan tidak memiliki akal untuk memahami. Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat, dan tidak dapat memberikan manfaat maupun mudarat dijadikan sebagai sesembahan?
Ayat ini merupakan bagian dari dialog Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang tercatat dalam Al-Qur'an, di mana beliau dengan bijaksana mengajak mereka berpikir menggunakan akal sehat mereka. Beliau tidak langsung menghina sesembahan mereka, tetapi mengajukan pertanyaan-pertanyaan logis yang menggugah kesadaran mereka akan kebatilan perbuatan mereka. Ini adalah metode dakwah yang sangat indah, yaitu bertahap dan dengan hikmah, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik" (An-Nahl: 125).
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya akhlak Nabi Ibrahim dalam berdakwah. Beliau tidak mencaci maki sesembahan kaumnya secara langsung, tetapi beliau mengajak mereka berpikir dengan pertanyaan yang sederhana namun sangat dalam maknanya. Ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam berdakwah, kita harus menggunakan cara-cara yang santun, bijaksana, dan mengajak orang untuk berpikir.
Renungkanlah wahai saudaraku, bagaimana mungkin kita sebagai manusia yang berakal menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar doa kita? Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan Dia berfirman: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia memohon kepada-Ku" (Al-Baqarah: 186). Sungguh, betapa indahnya Islam yang mengajak kita untuk beribadah hanya kepada Allah Yang Maha Hidup, Maha Mendengar, dan Maha Melihat segala sesuatu. Tidak ada satu pun doa yang terucap dari lisan hamba-Nya melainkan Allah mendengarnya dan akan mengabulkannya dengan cara yang terbaik menurut ilmu-Nya.
Marilah kita jadikan kisah Nabi Ibrahim ini sebagai pelajaran berharga, agar kita senantiasa ikhlas beribadah hanya kepada Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan senantiasa berdoa hanya kepada-Nya, karena hanya Dialah yang layak untuk disembah dan dimintai pertolongan.
📜 Ayat 70-74 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 72
Surat Asy-Syu'ara Ayat 72 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkata Ibrahim: "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa…Surat Ayat 72/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 70–74. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








