Asy-Syu'ara · 84/227
Terjemah Transliterasi — Asy-Syu'ara
وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ ۝٨٤
Waj`al lee lisaana sidqin fil aakhireen
📖 Arti Bahasa Indonesia
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Lisāna shidq: secara harfiah berarti "lisan yang benar". Dalam konteks ini, maknanya adalah sebutan yang baik, pujian yang jujur, dan nama harum yang kekal.
  • Al-ākhirīn: orang-orang yang datang belakangan, yaitu generasi-generasi setelahnya hingga akhir zaman.

Tafsir:

Dalam doa yang penuh kerendahan ini, Nabi Ibrahim 'alaihissalam memohon kepada Allah agar diberikan anugerah yang sangat mulia: sebuah nama baik dan pujian yang jujur yang akan dikenang oleh umat-umat setelahnya hingga hari kiamat. Beliau tidak meminta harta, kekuasaan, atau kemegahan dunia yang fana, melainkan warisan kehormatan yang abadi—sebuah lisan yang senantiasa menyebut kebaikannya dengan penuh kebenaran.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan doa ini dengan sempurna. Hingga hari ini, tidak ada satu pun pemeluk agama—baik Islam, Nasrani, maupun Yahudi—yang tidak memuliakan dan menyanjung Nabi Ibrahim. Beliau diakui sebagai bapak para nabi, kekasih Allah (Khalilullah), dan teladan ketauhidan yang agung. Namanya disebut dalam shalat-shalat umat Islam setiap hari, dan kisahnya diabadikan dalam kitab-kitab suci.

Doa ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa kenangan yang baik di hati manusia adalah kekayaan yang tidak pernah pudar. Ketika seseorang berbuat ikhlas karena Allah, Allah akan menanamkan cinta dan penghormatan di hati hamba-hamba-Nya yang saleh. Sebagaimana firman Allah: *"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang."* (Maryam: 96).

Marilah kita meneladani doa Nabi Ibrahim ini. Kita tidak perlu mengejar popularitas yang semu, tetapi hendaknya kita mengejar *lisāna shidq*—nama baik yang lahir dari kejujuran, ketakwaan, dan pelayanan tulus kepada sesama. Dengan begitu, kita akan meninggalkan jejak kebaikan yang terus mengalir pahalanya, bahkan setelah kita tiada. Sungguh, itulah keuntungan yang tidak pernah rugi di sisi Allah.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 82-86 — Asy-Syu'ara

82وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ
dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".
83رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ
(Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
84وَاجْعَل لِّي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
85وَاجْعَلْنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
86وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ
dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,
Asy-Syu'araIndeks Quran
227Ayat
MakkiyahRevelation
84Ayat

Terjemah — Asy-Syu'ara 84

Surat Asy-Syu'ara Ayat 84 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang…

Surat Ayat 84/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 82–86. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu