Al-Qasas · 26/88
Terjemah Transliterasi — Al-Qasas
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ ۝٢٦
Qaalat ihdaahumaa yaaa abatis taajirhu inna khaira manistaajartal qawiyyul ameen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • اسْتَأْجِرْهُ (istajirhu): Jadikan dia sebagai pekerja/upahan.
  • الْقَوِيُّ (al-qawiyyu): Yang kuat, mampu melaksanakan tugas dengan baik.
  • الْأَمِينُ (al-amin): Yang dapat dipercaya, tidak khianat terhadap amanah.

Tafsir Ayat:

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan salah seorang putri Nabi Syu'aib 'alaihis salam kepada ayahnya setelah Nabi Musa 'alaihis salam menolong mereka memberi minum ternak. Putri yang mulia ini berkata dengan penuh adab dan kebijaksanaan: "Wahai ayahku, jadikanlah dia sebagai pekerja kita." Ia menyarankan agar ayahnya mempekerjakan Musa untuk menggembalakan ternak mereka.

Kemudian ia memberikan alasan yang sangat tepat dan dalam, yaitu: "Sesungguhnya sebaik-baik orang yang engkau pekerjakan adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya." Dengan kalimat singkat ini, ia telah merangkum dua kriteria terpenting dalam memilih seorang pekerja: kekuatan fisik dan kemampuan untuk melaksanakan tugas, serta kejujuran dan amanah dalam menjaga apa yang dipercayakan kepadanya.

Kekuatan yang dimaksud mencakup kemampuan fisik untuk bekerja keras menggembalakan ternak, menjaga dari binatang buas, dan memindahkan beban-beban berat. Adapun amanah berarti ia tidak akan berkhianat, tidak mencuri, dan akan menjaga ternak serta harta dengan sebaik-baiknya. Kedua sifat inilah yang membuat Nabi Musa 'alaihis salam layak untuk dipekerjakan, dan inilah standar yang diajarkan Islam dalam memilih pekerja atau partner kerja.

Ayat ini juga mengajarkan kepada kita adab seorang anak kepada orang tuanya, di mana putri tersebut berbicara dengan penuh hormat dan kesopanan, serta memberikan nasihat yang bermanfaat tanpa merasa lebih pintar dari ayahnya. Ia hanya memberikan masukan, dan keputusan tetap berada di tangan ayahnya.


Hikmah dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita sehari-hari. Islam mengajarkan bahwa ketika kita ingin mempekerjakan seseorang atau mempercayakan suatu urusan, maka dua kriteria utama yang harus diperhatikan adalah kekuatan (kemampuan) dan kejujuran (amanah). Seseorang yang kuat tetapi tidak amanah akan merugikan kita, dan seseorang yang amanah tetapi tidak mampu juga tidak akan memberikan hasil yang baik.

Perhatikanlah bagaimana putri yang shalihah ini berbicara dengan penuh hikmah. Ia tidak langsung memutuskan sendiri, tetapi ia menyampaikan sarannya kepada ayahnya dengan bahasa yang lembut dan penuh penghormatan: "Wahai ayahku..." Ini adalah teladan indah tentang bagaimana seorang anak seharusnya berkomunikasi dengan orang tuanya.

Lebih dari itu, ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga hamba-hamba-Nya yang shalih. Nabi Musa 'alaihis salam yang saat itu dalam keadaan asing dan kelelahan setelah meninggalkan Mesir, Allah memudahkan jalannya dan mempertemukannya dengan keluarga yang baik. Ini adalah bukti bahwa siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar dan memudahkan urusannya.

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman dalam kehidupan kita, baik dalam memilih pekerja, memilih pemimpin, maupun dalam mempercayakan urusan kita kepada orang lain. Dan marilah kita juga berusaha menjadi pribadi yang kuat dalam kemampuan dan amanah dalam kejujuran, sehingga kita menjadi orang yang dipercaya oleh sesama dan diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang kuat dan amanah. Aamiin.



📜 Ayat 24-28 — Al-Qasas

24فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".
25فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu".
26قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".
27قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَىٰ أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ ۖ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ
Berkatalah dia (Syu'aib): "Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik".
28قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ ۖ أَيَّمَا الْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّ ۖ وَاللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ
Dia (Musa) berkata: "Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku (lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan".
Al-QasasIndeks Quran
88Ayat
MakkiyahRevelation
26Ayat

Terjemah — Al-Qasas 26

Surat Al-Qasas Ayat 26 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah…

Surat Ayat 26/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 24–28. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu