Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Nashīban (نَصِيبًا): bagian atau bahagian.
- Kitāb Allāh (كِتَابِ اللَّهِ): yang dimaksud di sini adalah Taurat, sebagaimana pendapat mayoritas ulama tafsir.
- Yud’auna (يُدْعَوْنَ): mereka dipanggil dan diajak.
- Yatawallā (يَتَوَلَّى): berpaling dan menjauh.
- Mu’riḍūn (مُعْرِضُونَ): orang-orang yang berpaling dari kebenaran dengan kesombongan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, tidakkah engkau melihat dan merasa heran terhadap keadaan orang-orang Yahudi yang telah diberikan oleh Allah sebagian dari kitab suci Taurat? Mereka mengetahui dengan jelas bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran, karena Taurat yang mereka miliki telah mengabarkan tentang kedatanganmu dan sifat-sifatmu. Namun ketika mereka diajak untuk kembali kepada Kitab Allah—baik Taurat maupun Al-Qur’an—agar Allah memutuskan perkara di antara mereka dengan hukum yang benar, sekelompok dari mereka justru berpaling dan menolak. Mereka menolak karena hukum itu tidak sesuai dengan hawa nafsu dan kepentingan duniawi mereka.
Padahal, seharusnya mereka adalah orang-orang yang paling cepat untuk menerima kebenaran, karena mereka mengaku sebagai pengikut kitab suci dan pewaris para nabi. Namun ironisnya, justru mereka yang paling keras menolak dan paling jauh dari petunjuk. Mereka berpaling dari hukum Allah, padahal di dalam kitab mereka sendiri terdapat perintah untuk mengikuti kebenaran dan mengimani rasul terakhir.
Ayat ini turun berkaitan dengan sekelompok tokoh Yahudi yang diajak oleh Rasulullah ﷺ untuk masuk Islam dan berhukum kepada Kitab Allah, tetapi mereka menolak dengan sombong. Mereka lebih memilih mengikuti tradisi nenek moyang dan kepentingan kelompok daripada kebenaran yang jelas.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga bahwa ilmu saja tidak cukup jika tidak disertai dengan keikhlasan dan ketundukan kepada Allah. Orang-orang Yahudi itu memiliki ilmu dari Taurat, tetapi karena hati mereka telah dikuasai oleh hawa nafsu dan kecintaan kepada dunia, mereka menolak kebenaran yang datang kepada mereka.
Betapa banyak di zaman kita ini orang yang pandai, berpendidikan tinggi, dan menguasai berbagai disiplin ilmu, namun ketika kebenaran Al-Qur’an dan Sunnah disampaikan kepada mereka, mereka berpaling karena merasa cukup dengan akal dan pengetahuan mereka. Padahal, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membawa pemiliknya semakin dekat kepada Allah dan semakin tunduk kepada syariat-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan sampai kita termasuk golongan yang diberi ilmu dan pemahaman, tetapi ketika diajak untuk berhukum kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, kita justru berpaling dan mencari hukum lain yang lebih sesuai dengan keinginan kita.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati dalam menerima kebenaran, dan menjauhkan kita dari sifat sombong yang menghalangi hidayah. Aamiin.
📜 Ayat 21-25 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 23
Surat Ali Imran Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al…Surat Ayat 23/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








