Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- أَسْلَمَا: keduanya berserah diri dan tunduk sepenuhnya kepada perintah Allah.
- تَلَّهُ: meletakkannya dengan membaringkan ke tanah.
- لِلْجَبِينِ: ke sisi dahi (bagian samping kening).
Tafsir:
Ayat yang agung ini menggambarkan puncak ketaatan dan kepasrahan total seorang hamba kepada Allah. Ketika Nabi Ibrahim 'alaihissalam menerima perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya yang sangat dicintainya, yaitu Nabi Ismail 'alaihissalam, maka beliau tidak ragu sedikit pun untuk melaksanakannya. Demikian pula putranya yang saleh, Ismail, dengan penuh ketundukan menerima perintah Allah tersebut.
Ketika keduanya telah berserah diri dan berpasrah bulat kepada perintah Allah, maka Ibrahim membaringkan putranya di atas tanah dengan meletakkan sisi dahinya ke bawah, dalam keadaan siap untuk disembelih. Inilah puncak ujian keimanan yang luar biasa—seorang ayah yang diminta mengorbankan anaknya sendiri demi ketaatan kepada Allah, dan seorang anak yang dengan ikhlas merelakan dirinya untuk memenuhi perintah Tuhannya.
Keduanya tidak bertanya "mengapa", tidak menunda-nunda, dan tidak mencari alasan untuk menghindar. Mereka langsung melaksanakan perintah Allah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Inilah teladan agung yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an untuk menjadi pelajaran bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, lihatlah betapa tingginya derajat keikhlasan dan kepasrahan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Ismail. Mereka mengajarkan kepada kita bahwa cinta kepada Allah harus mengalahkan segala cinta lainnya—bahkan cinta kepada anak dan keluarga sekalipun. Ketika Allah memerintahkan sesuatu, maka tidak ada ruang untuk ragu atau menunda.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita juga diuji dengan berbagai bentuk pengorbanan. Mungkin kita diminta untuk meninggalkan kemaksiatan yang kita sukai, mengeluarkan harta yang kita cintai di jalan Allah, atau bersabar dalam menghadapi cobaan. Mari kita teladani sikap Ibrahim dan Ismail: berserah diri sepenuhnya kepada Allah, yakin bahwa apa pun yang Allah perintahkan pasti mengandung kebaikan, dan percaya bahwa di balik setiap ujian ada pertolongan dan kemudahan dari-Nya.
Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang ikhlas berkorban. Sebagaimana Dia mengganti Ismail dengan seekor sembelihan yang besar, maka Dia pun akan memberikan ganti yang lebih baik bagi setiap pengorbanan yang kita lakukan karena-Nya. Maka, jadilah hamba yang berserah diri, niscaya Allah akan mencukupi segala urusanmu.
📜 Ayat 101-105 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 103
Surat As-Saffat Ayat 103 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas…Surat Ayat 103/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 101–105. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








