Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا : Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu, yakni engkau telah melaksanakan dan mewujudkan apa yang diperintahkan dalam mimpi tersebut dengan kesungguhan dan keikhlasan.
- نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ : Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyeru Nabi Ibrahim 'alaihissalam pada saat beliau berada dalam ujian yang sangat berat, ketika pisau telah diarahkan ke leher putranya yang saleh, Ismail. Allah berfirman: "Wahai Ibrahim, sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu dan engkau telah melaksanakan perintah-Ku dengan penuh ketaatan dan keikhlasan. Engkau telah membuktikan kejujuran imanmu dengan kesediaanmu mengorbankan putra tercintamu demi menjalankan perintah-Ku."
Ayat ini merupakan pujian dan penghargaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim atas ketaatan dan kepasrahannya yang total. Allah kemudian menjelaskan bahwa sebagaimana Dia menyelamatkan Ibrahim dan putranya dari cobaan yang sangat dahsyat ini, demikian pula Dia akan menyelamatkan dan memberi balasan yang indah kepada setiap hamba-Nya yang berbuat baik (muhsin) — yaitu mereka yang beribadah kepada Allah seakan-akan mereka melihat-Nya, dan bersabar dalam menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.
Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan karena Allah, sekecil apa pun, tidak akan sia-sia. Allah Maha Melihat perjuangan hamba-Nya dan akan mengganti setiap kesulitan dengan kemudahan, setiap air mata dengan kebahagiaan, dan setiap pengorbanan dengan ganjaran yang berlipat ganda.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail ini mengajarkan kita tentang puncak ketaatan dan keikhlasan. Bayangkan, seorang ayah yang telah lama menanti kehadiran anak di usia senjanya, kemudian diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri — dan ia pun patuh tanpa ragu! Begitu pula sang anak, yang dengan penuh ketundukan berkata: "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
Ketika Allah melihat keikhlasan dan ketaatan mereka, Allah pun mengganti ujian itu dengan kebahagiaan yang tak terduga — seekor sembelihan yang agung sebagai tebusan, dan menjadikan kisah mereka sebagai teladan abadi hingga akhir zaman.
Maka wahai saudaraku, jika engkau sedang menghadapi ujian berat dalam hidupmu — baik dalam urusan agama, keluarga, atau rezeki — ingatlah bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya yang berbuat baik. Kesabaran dan keikhlasanmu dalam menghadapi cobaan akan melahirkan pertolongan Allah yang indah. Sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6)
Jadilah hamba yang muhsin — berbuat baik dalam setiap keadaan — niscaya Allah akan menjagamu, menolongmu, dan memberikan jalan keluar dari setiap kesempitan, sebagaimana Dia telah menyelamatkan Nabi Ibrahim dan putranya dari ujian yang maha dahsyat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang berbuat baik dan dicintai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 103-107 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 105
Surat As-Saffat Ayat 105 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi…Surat Ayat 105/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 103–107. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








