Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Am (أَمْ): di sini bermakna pertanyaan inkari (sanggahan) yang menuntut pengakuan akan kebatilan klaim mereka.
- Khalaqna (خَلَقْنَا): Kami ciptakan.
- Al-Mala'ikah (الْمَلَائِكَةَ): para malaikat.
- Inathan (إِنَاثًا): berjenis kelamin perempuan.
- Wa hum syahidun (وَهُمْ شَاهِدُونَ): sedang mereka (orang-orang musyrik) menyaksikan/menghadiri penciptaan tersebut.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ melanjutkan bantahan-Nya terhadap keyakinan batil kaum musyrikin yang menganggap malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah. Dalam ayat ini, Allah menantang mereka dengan pertanyaan yang menusuk akal sehat: "Apakah kalian menyaksikan langsung ketika Aku menciptakan malaikat-malaikat itu sebagai perempuan?" Tentu saja mereka tidak pernah hadir dan tidak mungkin menyaksikan peristiwa penciptaan malaikat yang terjadi sebelum mereka lahir.
Pertanyaan ini merupakan teguran keras sekaligus bukti bahwa klaim mereka hanyalah karangan kosong tanpa dasar ilmu. Mereka menetapkan sesuatu yang tidak pernah mereka lihat, tidak mereka saksikan, dan tidak mereka ketahui hakikatnya. Ini menunjukkan betapa dangkalnya pemikiran mereka, karena mereka berani menetapkan sifat bagi makhluk Allah yang mulia tanpa bukti sedikit pun.
Ayat ini juga mengajarkan kita sebuah adab agung dalam beragama: hendaknya seorang hamba tidak berbicara tentang Allah dan makhluk-Nya kecuali dengan ilmu yang benar. Allah ﷻ telah menegaskan dalam ayat lain bahwa mengikuti prasangka tanpa ilmu adalah perbuatan yang sangat tercela. Maka, seorang mukmin sejati adalah yang menyerahkan urusan ghaib sepenuhnya kepada wahyu, bukan kepada khayalan atau tradisi warisan nenek moyang yang tidak berdasar.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita merenungkan keagungan ilmu Allah dan keterbatasan ilmu manusia. Betapa banyak di sekitar kita orang-orang yang berani menetapkan perkara ghaib tanpa dalil, bahkan menuduh Allah dengan tuduhan yang tidak layak bagi keagungan-Nya. Maka, jadilah hamba yang rendah hati, yang selalu berkata: "Aku tidak tahu" ketika tidak memiliki ilmu, dan bersandar sepenuhnya kepada Al-Qur'an dan Sunnah dalam setiap perkara agama. Sesungguhnya keselamatan hati dan akal terletak pada mengikuti wahyu, bukan pada mengikuti hawa nafsu dan dugaan semata. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berilmu, jujur, dan istiqamah di atas kebenaran.
📜 Ayat 148-152 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 150
Surat As-Saffat Ayat 150 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan(nya)?Surat Ayat 150/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 148–152. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








