Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- عِلْمُ الْغَيْبِ: Pengetahuan tentang hal-hal gaib yang tidak terjangkau oleh panca indera dan akal manusia.
- فَهُوَ يَرَى: Maka dia melihatnya secara nyata dan jelas.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini berbentuk pertanyaan retoris yang mengecam sikap seseorang yang kikir dan enggan berinfak di jalan Allah. Allah berfirman: "Apakah orang yang memutuskan pemberiannya dan menahan kebaikan ini memiliki pengetahuan tentang hal-hal gaib, sehingga ia mengetahui bahwa hartanya akan habis jika ia bersedekah, lalu ia pun menahan kebaikan karena alasan tersebut? Apakah ia benar-benar melihat perkara gaib itu dengan mata kepalanya sendiri?"
Tentu saja tidak! Orang ini tidak memiliki pengetahuan gaib sedikit pun. Ia hanyalah seorang yang bakhil dan kikir, menahan hartanya karena sifat pelit dan cinta dunia yang berlebihan. Ia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, dan ia tidak memiliki akses kepada ilmu gaib yang hanya dimiliki oleh Allah semata. Sikapnya ini hanyalah prasangka buruk dan kebodohan, bukan berdasarkan ilmu atau keyakinan yang benar.
Ayat ini juga menyiratkan celaan terhadap orang yang berani berbicara tentang perkara gaib tanpa dasar, seakan-akan ia mengetahui apa yang akan terjadi dan kemudian menjadikan sangkaannya itu sebagai alasan untuk meninggalkan ketaatan dan kebaikan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: janganlah kita menahan kebaikan karena khawatir akan kemiskinan atau berkurangnya harta. Sesungguhnya rezeki itu di tangan Allah, dan Allah telah menjamin setiap hamba-Nya yang bersedekah dan berinfak dengan ganti yang lebih baik. Allah berfirman: "Apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki" (QS. Saba': 39).
Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak akan pernah ragu untuk berbuat baik, karena ia yakin bahwa apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal. Janganlah kita menjadi seperti orang yang disebut dalam ayat ini, yang menahan kebaikan karena sangkaan-sangkaan yang tidak berdasar. Sebaliknya, marilah kita menjadi hamba yang dermawan, yang berlomba-lomba dalam kebaikan, karena sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia akan melipatgandakannya dan membersihkan jiwa kita dari sifat kikir.
Ingatlah, ilmu gaib hanyalah milik Allah. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tetapi kita tahu bahwa janji Allah itu pasti benar. Maka berpeganglah pada janji Allah, dan jangan biarkan bisikan setan yang menakut-nakuti kita dengan kemiskinan menghalangi kita dari pintu-pintu kebaikan. Sesungguhnya tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, dan Allah mencintai hamba-Nya yang suka memberi dan berbagi.
📜 Ayat 33-37 — An-Najm
Terjemah — An-Najm 35
Surat An-Najm Ayat 35 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui…Surat Ayat 35/62 — An-Najm النجم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Najm Dengarkan, An-Najm Terjemah, An-Najm mp3, An-Najm pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








