Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَجْهُ رَبِّكَ (Wajhu Rabbika): Wajah Tuhanmu. Ini adalah salah satu sifat Allah yang ditetapkan sebagaimana yang layak bagi kebesaran-Nya, tanpa menyerupai makhluk dan tanpa menggambarkan bentuknya.
- ذُو الْجَلَالِ (Dzul Jalāl): Pemilik kebesaran, keagungan, dan kehormatan yang sempurna.
- وَالْإِكْرَامِ (Wal Ikrām): Pemilik kemuliaan dan kemurahan, serta Yang memuliakan hamba-hamba-Nya yang taat.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah menyebutkan bahwa segala sesuatu di muka bumi ini akan binasa dan hancur, Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa hanya Dia sajalah yang kekal abadi. Seluruh makhluk yang hidup di atas bumi—manusia, hewan, tumbuhan, dan segala isinya—pasti akan mengalami kematian dan kehancuran. Namun, Allah Ta'ala tetap hidup dan tidak akan pernah binasa.
Firman Allah: *"Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan"* — maksudnya, Allah yang Maha Hidup lagi Maha Kekal, yang tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah lenyap. Dialah yang memiliki keagungan yang sempurna, kebesaran yang tiada tandingan, serta kemuliaan dan kemurahan yang melimpah kepada hamba-hamba-Nya. Allah juga memuliakan orang-orang yang taat kepada-Nya dengan memberikan pahala yang berlipat ganda dan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya.
Ayat ini menetapkan sifat *Wajah* bagi Allah Ta'ala sebagai salah satu sifat-Nya yang agung, namun kita mengimaninya tanpa menanyakan bagaimana bentuknya, tanpa menyerupakannya dengan makhluk, dan tanpa menggambarkannya dengan gambaran tertentu. Sebagaimana Allah berfirman: *"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat"* (QS. Asy-Syura: 11).
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah ayat yang agung ini! Segala yang kita cintai di dunia ini—harta, jabatan, keluarga, bahkan diri kita sendiri—suatu saat pasti akan sirna dan binasa. Namun ada satu yang kekal abadi, yaitu Allah Rabbul 'Izzah, Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Maka, mengapa kita begitu mencintai sesuatu yang fana dan melupakan Dzat yang kekal? Mengapa kita sibuk mengejar dunia yang akan hancur, namun lalai beribadah kepada Allah yang tidak akan pernah mati?
Ayat ini mengajak kita untuk memprioritaskan cinta kita kepada Allah di atas segala-galanya. Jika kita ingin hidup kita bermakna dan tidak sia-sia, maka arahkanlah hati, pikiran, dan amal kita hanya kepada Allah yang kekal. Sungguh beruntung orang yang menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya, karena ia akan merasakan ketenangan yang hakiki dan kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak. Dan sungguh merugi orang yang hanya mengejar dunia yang fana, karena ia akan kehilangan segalanya ketika maut menjemputnya.
Marilah kita perbanyak mengingat Allah, memohon ampunan-Nya, dan berusaha untuk selalu taat kepada-Nya, agar kita termasuk hamba-hamba yang dimuliakan-Nya di dunia dan di akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa merindukan perjumpaan dengan-Nya dan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 25-29 — Ar-Rahman
Terjemah — Ar-Rahman 27
Surat Ar-Rahman Ayat 27 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.Surat Ayat 27/78 — Ar-Rahman الرحمن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rahman Dengarkan, Ar-Rahman Terjemah, Ar-Rahman mp3, Ar-Rahman pdf. Ayat 25–29. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








