Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ : dari arah depan mereka, yaitu urusan akhirat.
- وَمِنْ خَلْفِهِمْ : dari arah belakang mereka, yaitu urusan dunia.
- عَنْ أَيْمَانِهِمْ : dari arah kanan mereka, yaitu jalan-jalan kebaikan.
- عَن شَمَائِلِهِمْ : dari arah kiri mereka, yaitu jalan-jalan keburukan.
- شَاكِرِينَ : orang-orang yang bersyukur, yakni beriman dan taat.
Tafsir Ayat:
Setelah iblis bersumpah untuk menyesatkan anak cucu Adam dari segala penjuru, ia berkata: "Kemudian sungguh aku akan mendatangi mereka dari arah depan mereka, dari arah belakang mereka, dari arah kanan mereka, dan dari arah kiri mereka." Maksudnya, iblis akan menyerang manusia dari segala arah dan penjuru dengan berbagai macam cara. Dari arah depan, ia menanamkan keraguan tentang hari akhirat sehingga manusia lalai akan perjumpaan dengan Tuhannya. Dari arah belakang, ia menggoda manusia dengan gemerlapnya dunia sehingga mereka tenggelam dalam kesenangan sesaat dan melupakan kehidupan yang kekal. Dari arah kanan, ia menghiasi perbuatan baik di mata manusia sehingga mereka menjadi ujub dan riya', lalu meninggalkan keikhlasan. Dari arah kiri, ia menggoda manusia untuk melakukan berbagai kemaksiatan dan syahwat yang diharamkan, serta membisikkan syubhat-syubhat yang menyesatkan.
Iblis kemudian berkata: "Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." Ini adalah pernyataan iblis yang penuh kesombongan dan keputusasaan terhadap manusia. Ia bersumpah bahwa mayoritas anak Adam tidak akan menjadi hamba-hamba yang bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya. Dan ternyata dugaan iblis itu benar, sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain: "Dan sungguh, iblis telah membuktikan sangkaannya terhadap mereka, lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang mukmin." (QS. Saba': 20).
Renungan dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengingatkan kita akan musuh yang nyata dan telah diakui oleh Allah sendiri, yaitu iblis dan bala tentaranya. Ia tidak pernah berhenti berusaha menyesatkan kita, siang dan malam, dari segala arah. Maka sudah sepantasnya kita berlindung kepada Allah dari godaannya, dan senantiasa waspada terhadap tipu dayanya.
Namun kabar gembiranya, Allah tidak membiarkan hamba-Nya sendirian. Allah memberikan kita akal, hati, petunjuk Al-Qur'an, dan teladan Rasulullah ﷺ sebagai benteng yang kokoh. Barangsiapa yang berpegang teguh kepada agama Allah dan ikhlas dalam beribadah, maka iblis tidak akan mampu menyesatkannya. Allah berfirman: "Sungguh, hamba-hamba-Ku, engkau (iblis) tidak mempunyai kekuasaan atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga." (QS. Al-Isra': 65).
Marilah kita perbanyak syukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, karena syukur adalah kunci pertolongan dan keberkahan. Allah berjanji: "Sungguh, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu." (QS. Ibrahim: 7). Jangan biarkan diri kita menjadi mayoritas yang tidak bersyukur, tetapi jadilah hamba-hamba yang pandai bersyukur, agar kita termasuk golongan yang selamat dari godaan iblis dan mendapatkan ridha Allah di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 15-19 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 17
Surat Al-A'raf Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang…Surat Ayat 17/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








