Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- فَلَنَسْأَلَنَّ (fa-lanas'alanna): Sungguh, Kami pasti akan menanyai/memeriksa. Ini adalah bentuk penegasan dengan sumpah yang tersirat, menunjukkan kepastian terjadinya pertanyaan tersebut.
- الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ (alladzīna ursila ilaihim): Orang-orang yang kepada mereka para rasul diutus, yaitu umat-umat terdahulu yang telah didatangi oleh para rasul.
- الْمُرْسَلِينَ (al-mursalīn): Para rasul yang diutus oleh Allah kepada umat-umat mereka.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini berbicara tentang salah satu peristiwa besar yang pasti terjadi pada hari kiamat kelak, yaitu hari perhitungan dan pembalasan. Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dengan sumpah-Nya bahwa Dia pasti akan menanyai umat-umat yang telah didatangi oleh para rasul, tentang bagaimana sikap mereka terhadap seruan para utusan Allah tersebut. Apakah mereka menerima dengan penuh keimanan dan ketaatan, ataukah mereka justru mendustakan dan menentangnya? Ini adalah pertanyaan yang bersifat mencela dan menghisab bagi mereka yang ingkar, sekaligus menjadi bukti keadilan Allah yang Maha Sempurna.
Tidak hanya itu, Allah juga akan menanyai para rasul-Nya yang mulia tentang sejauh mana mereka telah menyampaikan risalah yang diamanahkan kepada mereka. Apakah mereka telah menyampaikan dengan sempurna dan jujur, ataukah mereka lalai dalam tugas suci tersebut? Tentu saja, para rasul adalah manusia pilihan yang senantiasa menyampaikan wahyu dengan amanah dan penuh kesungguhan. Namun, pertanyaan ini ditegaskan untuk menunjukkan betapa agungnya tanggung jawab yang dipikul oleh para rasul, sekaligus untuk menampakkan kebenaran mereka di hadapan umat-umat yang mendustakannya.
Saudaraku, renungkanlah betapa Allah Maha Adil lagi Maha Bijaksana. Dia tidak akan membiarkan seorang hamba pun berjalan tanpa hisab. Setiap amal, baik yang tampak maupun tersembunyi, akan dipertanyakan dan dibalas dengan setimpal. Pertanyaan kepada umat dan pertanyaan kepada para rasul adalah dua sisi dari satu kebenaran yang utuh: bahwa risalah telah disampaikan, hujjah telah tegak, dan manusia tidak memiliki alasan untuk berdalih di hadapan Allah kelak.
Maka, wahai hamba Allah yang merindukan kebahagiaan abadi, jadikanlah ayat ini sebagai pengingat yang hidup dalam sanubari. Ketahuilah bahwa hidup di dunia ini adalah medan ujian, dan setiap langkah kita akan dipertanggungjawabkan. Janganlah kita termasuk golongan yang lalai dan berpaling dari seruan para rasul. Sebaliknya, marilah kita menjadi umat yang menjawab panggilan iman dengan penuh cinta dan ketaatan, sehingga pada hari ketika semua manusia ditanya, kita termasuk orang-orang yang berbahagia dengan jawaban yang baik di hadapan Allah Yang Maha Pemurah.
Ingatlah, pertanyaan Allah kepada umat dan rasul bukanlah pertanyaan yang menakutkan bagi orang-orang beriman, melainkan menjadi bukti keadilan dan kasih sayang-Nya. Karena dengan hisab yang adil, setiap kebaikan sekecil apa pun akan dibalas, dan setiap keburukan akan diperhitungkan. Maka, perbanyaklah amal saleh, perbaiki niat, dan istiqamahlah di atas jalan kebenaran. Sungguh, hari di mana Allah bertanya adalah hari yang agung, dan beruntunglah orang yang mempersiapkan jawaban terbaiknya sejak sekarang.
📜 Ayat 4-8 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 6
Surat Al-A'raf Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul…Surat Ayat 6/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








