Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- جَعَلُوا أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ: Mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga mereka.
- وَاسْتَغْشَوْا ثِيَابَهُمْ: Mereka menutup diri mereka dengan pakaian mereka.
- وَأَصَرُّوا: Mereka terus-menerus dan bersikukuh di atas kekufuran.
- وَاسْتَكْبَرُوا اسْتِكْبَارًا: Mereka menyombongkan diri dengan kesombongan yang sangat besar.
Tafsir:
Nabi Nuh ‘alaihissalam mengadukan kepada Rabbnya tentang perilaku kaumnya yang sangat memprihatinkan. Beliau berkata: "Wahai Rabbku, sungguh setiap kali aku menyeru mereka kepada iman kepada-Mu dan ketaatan kepada-Mu, yang menjadi sebab ampunan-Mu atas dosa-dosa mereka, mereka justru semakin menjauh dan berpaling. Mereka menutup telinga mereka dengan jari-jari mereka agar tidak mendengar seruanku, dan mereka menutup wajah serta kepala mereka dengan pakaian mereka agar tidak melihatku. Mereka bersikukuh di atas kekufuran dan kesyirikan mereka, dan mereka menyombongkan diri dengan kesombongan yang amat besar untuk menerima kebenaran dan tunduk kepada Allah."
Mereka melakukan segala cara untuk menolak kebenaran, bukan karena kebenaran itu samar, tetapi karena keangkuhan dan keegoisan mereka. Mereka tidak mau mendengar, tidak mau melihat, dan tidak mau merenung. Padahal dakwah Nabi Nuh adalah dakwah yang penuh kasih sayang, dilakukan siang dan malam, secara sembunyi maupun terang-terangan, namun hati mereka telah terkunci mati oleh kesombongan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa mulianya akhlak para nabi dalam berdakwah. Nabi Nuh tidak pernah bosan dan putus asa meskipun kaumnya terus-menerus menolak. Beliau tetap sabar dan terus berdoa kepada Allah. Ini adalah pelajaran bagi kita agar tidak mudah menyerah dalam mengajak kebaikan, sekalipun menghadapi penolakan yang keras.
Dan betapa ruginya orang-orang yang menutup telinga dan mata mereka dari kebenaran. Mereka mengira dengan cara itu mereka akan selamat, padahal justru mereka menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam kebinasaan. Sebaliknya, betapa beruntungnya orang yang membuka hati, mendengar nasihat, dan bersegera kembali kepada Allah dengan taubat yang tulus. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia menunggu hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.
Maka marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Janganlah kita menjadi orang yang keras kepala dan sombong ketika dinasihati. Jadilah pribadi yang rendah hati, mau mendengar kebenaran, dan bersegera beristighfar memohon ampunan Allah. Karena pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang mau kembali.
📜 Ayat 5-9 — Nuh
Terjemah — Nuh 7
Surat Nuh Ayat 7 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar…Surat Ayat 7/28 — Nuh نوح (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Nuh Dengarkan, Nuh Terjemah, Nuh mp3, Nuh pdf. Ayat 5–9. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








