Al-Muddassir · 46/56
Terjemah Transliterasi — Al-Muddassir
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ ۝٤٦
Wa kunnaa nukazzibu bi yawmid Deen
📖 Arti Bahasa Indonesia
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Nukadzdzibu: Kami mendustakan/mengingkari.
  • Yaumid din: Hari pembalasan, yaitu hari kiamat saat seluruh amal manusia diperhitungkan dan dibalas.

Tafsir:

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan pengakuan jujur dari para penghuni neraka ketika mereka ditanya tentang sebab-sebab yang menjerumuskan mereka ke dalam azab yang pedih. Di antara jawaban mereka adalah: "Kami dahulu di dunia mengingkari dan mendustakan hari pembalasan, yaitu hari kiamat ketika seluruh amal perbuatan manusia akan diperhitungkan dan dibalas dengan keadilan yang sempurna."

Mereka tidak percaya bahwa setelah mati ada kehidupan lagi, tidak percaya bahwa ada hari kebangkitan, dan tidak percaya bahwa setiap kebaikan dan keburukan akan mendapat balasannya. Karena pengingkaran inilah, mereka berani melakukan segala kemaksiatan, meninggalkan shalat, tidak peduli terhadap fakir miskin, dan tenggelam dalam perbuatan batil bersama orang-orang yang sesat. Mereka hidup tanpa rasa takut akan hisab, sehingga mereka bebas berbuat dosa tanpa merasa bersalah.

Pengingkaran terhadap hari pembalasan adalah akar dari segala kerusakan akidah dan amal. Ketika seseorang tidak meyakini adanya hari perhitungan, maka tidak ada yang mencegahnya dari berbuat zalim dan maksiat. Sebaliknya, keyakinan yang kuat terhadap hari akhir akan menanamkan dalam hati rasa takut kepada Allah, mendorong untuk beramal saleh, dan menjauhkan dari segala perbuatan yang mendatangkan murka-Nya.

Saudaraku, marilah kita renungkan — betapa beruntungnya kita yang telah diberi petunjuk untuk beriman kepada hari akhir. Keyakinan ini adalah benteng kokoh yang menjaga kita dari perbuatan dosa, dan menjadi pendorong terbesar untuk beribadah serta berbuat baik. Janganlah kita sia-siakan nikmat iman ini, karena ia adalah kunci keselamatan dari azab yang pedih dan jalan menuju kebahagiaan abadi di surga-Nya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala meneguhkan hati kita di atas iman hingga akhir hayat, dan menjauhkan kita dari sifat mendustakan hari pembalasan. Aamiin.



📜 Ayat 44-48 — Al-Muddassir

44وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
45وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ
dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
46وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
47حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ
hingga datang kepada kami kematian".
48فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِينَ
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.
Al-MuddassirIndeks Quran
56Ayat
MakkiyahRevelation
46Ayat

Terjemah — Al-Muddassir 46

Surat Al-Muddassir Ayat 46 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,

Surat Ayat 46/56 — Al-Muddassir المدثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Muddassir Dengarkan, Al-Muddassir Terjemah, Al-Muddassir mp3, Al-Muddassir pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu