Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Kifātan (كِفَاتًا): berasal dari kata *kafata* yang berarti menampung, memuat, atau mengumpulkan. Ada juga yang menafsirkannya sebagai wadah atau tempat berkumpul.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita dengan pertanyaan yang menggugah hati: "Bukankah Kami telah menjadikan bumi ini sebagai tempat yang menampung dan memuat kalian semua?"
Ya, bumi ini bukan sekadar hamparan yang kita pijak, melainkan wadah yang luar biasa. Allah menjadikannya mampu menampung makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya di atas permukaannya—manusia, hewan, dan segala yang bernyawa—dengan segala aktivitas, pergerakan, dan kehidupan mereka. Bumi ini juga menjadi tempat bersemayam bagi orang-orang yang telah wafat di perutnya, dikuburkan dengan tenang hingga hari kebangkitan tiba.
Bumi ini diciptakan dengan keseimbangan yang sempurna. Allah menancapkan gunung-gunung sebagai pasak agar bumi tidak berguncang membahayakan penghuninya. Allah juga mengalirkan air tawar yang segar dan mudah diminum sebagai sumber kehidupan bagi semua makhluk.
Subhanallah! Betapa agungnya kuasa Allah yang menjadikan bumi ini sebagai "kifatan"—wadah yang menampung kehidupan dan kematian sekaligus. Ini adalah bukti nyata kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan sekaligus pengingat bahwa kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Dari bumi kita berasal, di bumi kita hidup, dan ke bumi pula kita akan kembali, sebelum akhirnya dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak. Bumi yang kita pijak setiap hari ini adalah anugerah yang tak ternilai. Allah tidak menciptakannya dengan sia-sia, melainkan sebagai tempat ujian dan persiapan menuju kehidupan yang kekal. Ketika kita melihat hamparan bumi yang luas, ingatlah bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya. Ketika kita menyaksikan orang-orang yang telah dimakamkan, ingatlah bahwa suatu saat kita pun akan menyusul mereka. Maka jadikanlah bumi ini sebagai ladang amal, perbanyaklah kebaikan, dan persiapkan bekal untuk perjalanan panjang menuju akhirat. Karena sesungguhnya, bumi ini hanyalah persinggahan, sedangkan kampung akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya.
📜 Ayat 23-27 — Al-Mursalat
Terjemah — Al-Mursalat 25
Surat Ayat 25/50 — Al-Mursalat المرسلات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mursalat Dengarkan, Al-Mursalat Terjemah, Al-Mursalat mp3, Al-Mursalat pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








