Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Lisān (لسانًا): alat bicara yang dengannya manusia dapat mengungkapkan isi hati dan pikirannya.
- Syafatain (شفتين): dua bibir yang menutup mulut, yang menjadi penutup bagi lisan dan alat bantu dalam berbicara serta mengatur makanan dan minuman.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kembali kepada manusia akan nikmat-nikmat besar yang telah Dia karuniakan, sebagai bentuk kasih sayang dan bukti kebesaran-Nya. Setelah menyebutkan dua mata yang dapat digunakan untuk melihat, Allah melanjutkan dengan menyebutkan nikmat lisan dan dua bibir.
Lisan adalah salah satu nikmat Allah yang paling agung dan sering kali kita lupakan. Dengan lisan inilah manusia dapat berbicara, mengungkapkan perasaan, menyampaikan ilmu, berkomunikasi dengan sesama, dan yang terpenting adalah berzikir serta membaca kitab suci Al-Qur'an. Bayangkan jika seseorang kehilangan kemampuan bicaranya, betapa sulitnya ia menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya.
Adapun dua bibir, ia berfungsi sebagai penutup lisan ketika seseorang ingin diam, serta membantu dalam membentuk huruf-huruf ketika berbicara. Bibir juga menjadi penjaga mulut dari masuknya debu dan kotoran, serta alat bantu dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Ini semua adalah nikmat yang sangat halus namun sangat besar nilainya.
Allah menyebutkan nikmat-nikmat ini dalam rangkaian ayat-ayat-Nya agar manusia merenungkan betapa sempurnanya ciptaan Allah dan betapa banyaknya nikmat yang telah Dia limpahkan. Semua nikmat ini diberikan bukan tanpa tujuan, melainkan agar manusia menggunakannya untuk mengenal Allah, bersyukur kepada-Nya, dan beramal saleh.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita sejenak merenungkan betapa agungnya nikmat lisan dan dua bibir ini. Setiap hari kita berbicara, tertawa, menangis, dan berkomunikasi tanpa pernah menyadari betapa berharganya nikmat ini. Padahal, jika Allah mencabutnya sekejap saja, kita akan merasakan betapa sulitnya hidup ini.
Oleh karena itu, gunakanlah lisan ini untuk hal-hal yang diridhai Allah. Ucapkanlah kata-kata yang baik, berzikirlah kepada Allah, bacalah Al-Qur'an, dan sampaikanlah kebaikan kepada sesama. Jauhkan lisan ini dari perkataan dusta, ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), dan perkataan sia-sia yang tidak bermanfaat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Nikmat lisan dan dua bibir ini adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Allah Ta'ala berfirman: "Tidak ada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf: 18)
Maka, wahai saudaraku, jadikanlah lisanmu sebagai alat untuk meraih surga, bukan alat yang menjerumuskanmu ke dalam neraka. Bersyukurlah atas nikmat lisan ini dengan menggunakannya di jalan kebaikan. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan menggunakan setiap nikmat-Nya di jalan yang diridhai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 7-11 — Al-Balad
Terjemah — Al-Balad 9
Surat Al-Balad Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : lidah dan dua buah bibir.Surat Ayat 9/20 — Al-Balad البلد (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Balad Dengarkan, Al-Balad Terjemah, Al-Balad mp3, Al-Balad pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








