Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- كَيْلٌ (kail): takaran atau sukatan makanan (gandum) yang diberikan sebagai jatah.
- وَلا تَقْرَبُونِ (wa lā taqrabūn): jangan kalian mendekat kepadaku atau datang ke negeriku.
Tafsir:
Ayat ini merupakan bagian dari kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam bersama saudara-saudaranya ketika mereka datang ke Mesir untuk membeli bahan makanan. Pada saat itu, Nabi Yusuf yang menjadi penguasa Mesir memberikan syarat kepada mereka: jika mereka ingin terus mendapatkan jatah makanan pada kunjungan berikutnya, maka mereka harus membawa serta saudara kandung mereka (Bunyamin) yang mereka sebut-sebut sebagai saudara dari ayah mereka.
Nabi Yusuf 'alaihissalam berkata dengan tegas: "Jika kalian tidak membawanya kepadaku, maka tidak ada takaran (jatah makanan) bagimu di sisiku, dan jangan kalian mendekatiku." Maksudnya, jika mereka tidak memenuhi permintaan ini, maka mereka tidak akan mendapatkan jatah gandum lagi, dan bahkan mereka dilarang datang lagi ke negeri Mesir. Ini adalah bentuk tekanan halus yang bertujuan untuk memastikan agar saudara-saudaranya benar-benar membawa Bunyamin, sekaligus menguji kejujuran mereka tentang keberadaan saudara yang mereka sebutkan.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip penting dalam kehidupan: sebuah janji dan komitmen harus ditepati. Ketika seseorang memberikan syarat atau perjanjian, maka ia harus konsekuen terhadapnya. Nabi Yusuf 'alaihissalam mengajarkan kita tentang ketegasan dalam bermuamalah, namun tetap dalam koridor keadilan dan hikmah.
Saudaraku, dari kisah ini kita belajar bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mengajarkan hamba-Nya untuk bersikap tegas namun bijaksana dalam mengatur urusan. Ketegasan bukan berarti kekerasan, melainkan kejelasan dalam aturan main. Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita bermuamalah dengan sesama, hendaknya kita menetapkan syarat-syarat yang jelas dan konsekuen, agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Lebih dari itu, kisah ini juga mengingatkan kita bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah bagian dari rencana Allah yang indah. Nabi Yusuf yang pernah dibuang oleh saudara-saudaranya, kini justru berada di posisi yang memegang kendali. Ini menunjukkan bahwa Allah Maha Kuasa membalikkan keadaan. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pernah meremehkan orang lain, karena masa depan sepenuhnya di tangan Allah.
Semoga kita senantiasa diberikan keimanan yang kokoh dan akhlak yang mulia, serta mampu mengambil pelajaran dari setiap kisah dalam Al-Qur'an. Aamiin.
📜 Ayat 58-62 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 60
Surat Yusuf Ayat 60 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapat…Surat Ayat 60/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 58–62. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








