Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تَاللَّهِ: Demi Allah, digunakan untuk sumpah.
- ضَلَالِكَ الْقَدِيمِ: Kesesatanmu yang dahulu, yaitu kekeliruan dan kekhilafan yang telah lama.
Tafsir Ayat:
Ketika Nabi Ya'qub 'alaihissalam mengungkapkan harapan dan keyakinannya bahwa beliau masih dapat bertemu kembali dengan putra kesayangannya, Yusuf 'alaihissalam, meskipun telah bertahun-tahun berpisah dan air mata tak henti mengalir, maka anak-anaknya serta cucu-cucunya yang hadir di sekelilingnya pun berkata dengan nada heran dan sedikit menyesali: "Demi Allah, wahai ayah, sesungguhnya engkau masih terus berada dalam kekeliruanmu yang dahulu kala, yaitu kecintaanmu yang berlebihan kepada Yusuf dan keyakinanmu bahwa engkau akan bertemu dengannya kembali. Kami telah lama menganggap Yusuf telah tiada, namun engkau tetap tidak mau melupakannya dan terus berharap sesuatu yang mustahil menurut kami."
Mereka menganggap bahwa perasaan cinta dan harapan yang mendalam itu sebagai suatu "kesesatan" karena mereka tidak mampu memahami kedalaman cinta seorang ayah kepada anaknya, dan mereka tidak menyadari bahwa itu adalah bisikan rindu yang suci serta firasat yang akan terbukti kebenarannya. Padahal, apa yang mereka anggap sebagai kesesatan itu justru merupakan ketajaman hati dan kekuatan cinta yang Allah tanamkan pada diri seorang nabi-Nya.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa seorang mukmin yang teguh keyakinannya kepada Allah sering kali dianggap "keliru" oleh orang-orang di sekelilingnya yang tidak memahami rahasia takdir. Namun, janganlah sekali-kali engkau berhenti berharap kepada rahmat Allah dan jangan pernah berputus asa dari pertolongan-Nya, meskipun manusia menertawakan harapanmu. Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat, dan Dia Maha Mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Sebagaimana harapan Nabi Ya'qub akhirnya terbukti nyata dengan kembalinya Yusuf dalam pelukannya, maka setiap hamba yang bersandar kepada Allah dengan penuh keyakinan akan melihat kebenaran janji-Nya. Maka, perbanyaklah doa dan harapan baik kepada Allah, karena tidak ada yang mustahil bagi-Nya, dan jangan biarkan celaan manusia memadamkan cahaya harapan dalam hatimu.
📜 Ayat 93-97 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 95
Surat Yusuf Ayat 95 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Keluarganya berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang…Surat Ayat 95/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 93–97. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








