Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Żālika (ذَٰلِكَ): Artinya "itulah" atau "yang demikian itu", merujuk kepada Nabi Isa 'alaihis salam yang telah disebutkan kisahnya sebelumnya.
- Qaulal-ḥaqq (قَوْلَ الْحَقِّ): Artinya "perkataan yang benar", yaitu berita yang pasti benar dan tidak mengandung keraguan.
- Yamtarūn (يَمْتَرُونَ): Artinya "mereka ragu-ragu" atau "mereka berselisih" — yakni orang-orang Yahudi dan Nasrani yang berbeda pendapat tentang hakikat Nabi Isa.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, ketahuilah bahwa sosok yang telah kami ceritakan kepadamu dengan segala keistimewaannya — yang lahir tanpa ayah, yang berbicara sejak masih dalam buaian, yang diberi kitab Injil, yang menyembuhkan orang buta dan orang sakit kusta dengan izin Allah, yang menghidupkan orang mati dengan izin-Nya — itulah Isa putra Maryam yang sebenarnya. Bukan sebagaimana yang diklaim oleh sebagian orang yang tersesat.
Ayat ini menegaskan dengan sangat jelas identitas Nabi Isa 'alaihis salam. Beliau adalah seorang hamba Allah yang mulia, seorang nabi dan rasul yang diutus kepada Bani Israil. Beliau bukanlah Tuhan, bukan pula anak Tuhan, dan bukan juga satu dari tiga oknum tuhan sebagaimana yang diyakini oleh sebagian kelompok Nasrani. Beliau juga bukan seorang penyihir atau pendusta sebagaimana yang dituduhkan oleh kaum Yahudi. Semua klaim yang menyelisihi kebenaran ini hanyalah kebohongan belaka.
Yang Allah firmankan dalam ayat ini adalah "perkataan yang benar" — yaitu berita yang haq dari Allah Yang Maha Benar, yang tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Adapun manusia, mereka justru berselisih dan saling meragukan tentang Isa. Sebagian mereka berkata: "Dia adalah Tuhan", sebagian lagi berkata: "Dia adalah anak Tuhan", dan sebagian yang lain berkata: "Dia adalah penyihir dan pendusta". Sungguh, mereka semua telah keliru dan tersesat dari kebenaran.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa berpegang teguh pada kebenaran yang datang dari Allah, bukan pada hawa nafsu atau sangkaan-sangkaan manusia. Allah telah menjelaskan dengan terang benderang tentang hakikat Isa putra Maryam, agar kita tidak tersesat sebagaimana kaum-kaum sebelumnya tersesat karena perselisihan dan keraguan mereka.
Marilah kita renungkan betapa indahnya ajaran Islam yang lurus ini. Kita diperkenalkan kepada Nabi Isa dengan penghormatan yang tinggi sebagai seorang nabi yang mulia, namun tetap dalam koridor yang benar — beliau adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Tidak berlebih-lebihan dalam mencintainya sehingga mengangkatnya ke derajat ketuhanan, dan tidak pula merendahkannya sehingga menuduhnya dengan kebohongan. Inilah jalan yang lurus, jalan yang diridhai Allah.
Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita di atas kebenaran, dan menjauhkan kita dari segala bentuk keraguan dan perselisihan yang menyesatkan. Aamiin.
📜 Ayat 32-36 — Maryam
Terjemah — Maryam 34
Surat Maryam Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang…Surat Ayat 34/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








