Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Anná (أَنَّى): Bagaimana mungkin atau dari mana.
- Ghulām (غُلَامٌ): Anak laki-laki.
- Āqir (عَاقِرًا): Mandul, tidak bisa melahirkan.
- ‘Atiyyā (عِتِيًّا): Kering dan kaku, yaitu puncak usia tua yang membuat tulang menjadi rapuh dan tubuh melemah.
Tafsir:
Nabi Zakaria ‘alaihissalam berkata dengan penuh keheranan yang bercampur harapan: "Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mendapatkan seorang anak laki-laki, padahal istriku adalah seorang wanita yang mandul dan tidak pernah melahirkan sepanjang hidupnya, dan aku sendiri telah mencapai usia yang sangat lanjut, di mana tulang-tulangku telah rapuh, tubuhku melemah, dan uban telah memenuhi kepalaku?"
Ucapan ini bukanlah bentuk keraguan terhadap kekuasaan Allah, melainkan ungkapan takjub dan ketakjuban seorang hamba yang saleh. Beliau mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, namun beliau ingin menegaskan bahwa hal ini benar-benar di luar kebiasaan alam. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: bahwa ketika Allah berkehendak, maka tidak ada yang mustahil baginya. Bahkan dari keadaan yang paling mustahil sekalipun, Allah mampu mewujudkan hal yang luar biasa.
Perhatikanlah bagaimana Nabi Zakaria menyebutkan dua hal yang menjadi penghalang besar secara manusiawi: kemandulan istrinya dan usianya yang sangat tua. Kedua hal ini adalah bukti nyata bahwa kelahiran anak tersebut murni mukjizat dari Allah. Namun di balik itu semua, ada hikmah besar yang ingin Allah ajarkan kepada kita: jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus, meskipun secara logika hal itu tampak mustahil.
Kisah ini menjadi sumber inspirasi bagi setiap muslim yang sedang menanti jawaban doa. Janganlah engkau merasa bahwa masalahmu terlalu besar, atau bahwa harapanmu terlalu jauh untuk terwujud. Ingatlah selalu bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang menghidupkan yang mati, mampu melakukan segala sesuatu. Jika Dia memberikan seorang anak kepada seorang lelaki tua yang istrinya mandul, maka Dia pun mampu memberikan jalan keluar dari setiap kesulitanmu.
Maka perbanyaklah doa dengan keyakinan penuh, sebagaimana Nabi Zakaria berdoa dengan penuh harap dan ketundukan. Dan ketahuilah bahwa setiap doa yang dipanjatkan dengan keikhlasan akan sampai kepada Allah, dan Allah akan menjawabnya dengan cara yang terbaik, baik dengan segera, ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik. Yang penting adalah kita terus berprasangka baik kepada Allah dan tidak pernah lelah untuk berdoa.
📜 Ayat 6-10 — Maryam
Terjemah — Maryam 8
Surat Maryam Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal…Surat Ayat 8/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








