Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ (manusia diciptakan dari tergesa-gesa): maknanya manusia itu diciptakan dengan sifat tergesa-gesa, yaitu sifat yang melekat pada tabiatnya.
- آيَاتِي (tanda-tanda-Ku): yang dimaksud di sini adalah azab dan hukuman yang dijanjikan.
- فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ (maka janganlah kamu meminta tergesa-gesa): janganlah meminta azab itu disegerakan sebelum waktunya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan tentang tabiat dasar manusia yang diciptakan dalam keadaan tergesa-gesa dan suka minta disegerakan segala sesuatu sebelum tiba waktunya. Sifat ini memang sudah melekat dalam fitrah manusia, sehingga ia sering kali tidak sabar dalam menanti sesuatu, termasuk dalam hal yang berkaitan dengan janji Allah.
Di antara bentuk sifat tergesa-gesa ini adalah sikap orang-orang musyrik Quraisy yang menantang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan meminta agar azab yang diancamkan kepada mereka segera diturunkan. Mereka berkata dengan nada mengejek, "Wahai Muhammad, datangkanlah azab yang engkau janjikan itu jika benar engkau seorang rasul!" Mereka mengira bahwa azab itu tidak akan datang, sehingga mereka berani meminta disegerakan.
Maka Allah menjawab tantangan mereka dengan firman-Nya: "سَأُرِيكُمْ آيَاتِي" — "Aku akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku" — yaitu azab dan hukuman yang mereka minta untuk disegerakan itu. Allah akan menunjukkannya kepada mereka pada waktu yang telah ditentukan, sebagaimana terbukti ketika kaum musyrik Quraisy mengalami kekalahan telak pada Perang Badar, di mana banyak pemimpin mereka terbunuh dan sebagian lainnya ditawan. Itulah sebagian dari ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Allah yang mereka minta untuk disegerakan.
Kemudian Allah berfirman: "فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ" — "Maka janganlah kamu meminta tergesa-gesa kepada-Ku." Artinya, janganlah kalian meminta azab itu disegerakan, karena azab itu pasti datang pada waktu yang telah Allah tetapkan, dan kalian tidak akan mampu menolaknya bila saatnya tiba.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran dan tidak tergesa-gesa dalam segala urusan. Manusia memang diciptakan dengan sifat tergesa-gesa, tetapi Islam datang untuk mendidik kita agar mampu mengendalikan sifat ini dan menggantinya dengan kesabaran dan ketenangan.
Ketika kita berdoa memohon sesuatu kepada Allah, janganlah kita bosan dan tergesa-gesa, karena Allah Maha Mengetahui waktu yang paling tepat untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Doa salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu berkata: 'Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi tidak dikabulkan.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikian pula dalam menghadapi ujian dan cobaan, kita diajarkan untuk bersabar dan yakin bahwa pertolongan Allah pasti datang. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan setiap ketetapan-Nya pasti mengandung hikmah yang besar, meskipun kita belum memahaminya saat ini.
Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu bersabar, tidak tergesa-gesa dalam meminta sesuatu, dan yakin sepenuhnya bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat, dan janji-Nya pasti ditepati.
📜 Ayat 35-39 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 37
Surat Al-Anbiya Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu…Surat Ayat 37/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








