Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- قَالَ : Berkata
- رَبِّ : Wahai Tuhanku
- إِنَّ قَوْمِي : Sesungguhnya kaumku
- كَذَّبُونِ : Telah mendustakan aku
Tafsir:
Dalam ayat yang penuh makna ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan doa dan keluhan Nabi Nuh 'alaihis salam kepada Rabb-nya. Ketika kaumnya semakin keras kepala dalam kekafiran dan terus-menerus mendustakan dakwahnya, Nabi Nuh tidak berputus asa dari rahmat Allah. Justru beliau menghadapkan diri kepada Allah dengan penuh ketundukan dan kerendahan hati, mengadukan keadaan kaumnya yang telah mendustakan risalah yang beliau bawa.
Nabi Nuh 'alaihis salam berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku." Ini adalah ungkapan seorang hamba yang telah berjuang dengan sepenuh jiwa selama berabad-abad lamanya, berdakwah siang dan malam, secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, namun kaumnya tetap saja enggan menerima kebenaran. Mereka bahkan menolak, mengejek, dan mendustakan setiap ajaran yang beliau sampaikan.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang adab seorang hamba kepada Rabb-nya. Ketika menghadapi ujian dan cobaan dalam berdakwah, seorang mukmin hendaknya mengadukan permasalahannya kepada Allah, bukan mengeluh kepada manusia. Inilah bentuk tawakal yang sejati - setelah berusaha maksimal, kita berserah diri dan memohon pertolongan kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah Nabi Nuh ini memberikan keteladanan yang luar biasa bagi kita semua. Bahwa dalam perjuangan menegakkan kebenaran, kita pasti akan menghadapi penolakan dan pendustaan. Namun janganlah hal itu membuat kita lemah atau berputus asa. Sebagaimana Nabi Nuh yang tetap teguh berdakwah meskipun kaumnya terus mendustakan, kita pun harus tetap istiqamah di jalan Allah.
Ayat ini juga mengingatkan kita bahwa Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya. Ketika kita menghadapi kesulitan, kezaliman, atau penolakan dalam kebaikan, maka bersegeralah kembali kepada Allah, angkatlah tangan kita, dan berdoalah dengan penuh keyakinan. Sesungguhnya Allah tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang berdoa dengan sungguh-sungguh.
Betapa indahnya ajaran Islam ini! Ia mengajarkan kita untuk tidak pernah berhenti berharap kepada Allah, tidak pernah menyerah dalam menghadapi ujian, dan selalu meyakini bahwa pertolongan Allah itu dekat. Maka jadikanlah ayat ini sebagai penguat hati kita, bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, dan setiap doa pasti didengar oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
📜 Ayat 115-119 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 117
Surat Asy-Syu'ara Ayat 117 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;Surat Ayat 117/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 115–119. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








