Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Zuruu' (زُرُوعٍ): Tanaman-tanaman yang tumbuh dan berbuah.
- Nakhl (نَخْلٍ): Pohon kurma.
- Thal'uha (طَلْعُهَا): Buah kurma yang baru muncul dari mayangnya, di awal pertumbuhannya.
- Hadhim (هَضِيمٌ): Lembut, mudah dipecahkan, dan matang sempurna.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, apakah kalian mengira bahwa Allah akan membiarkan kalian hidup mewah dan bersenang-senang di dunia ini tanpa ada hisab dan tanpa ada azab? Padahal di hadapan kalian ada hari pembalasan yang pasti terjadi. Allah mengingatkan nikmat-nikmat-Nya yang melimpah kepada kaum Tsamud yang durhaka, agar mereka bersyukur dan tidak menyombongkan diri. Di antara nikmat itu adalah kebun-kebun yang indah, mata air yang mengalir, tanaman-tanaman yang subur, dan pohon-pohon kurma yang buahnya lembut, matang, dan mudah dipetik. Semua ini adalah bukti kekuasaan dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.
Namun, betapa disayangkan, mereka justru menggunakan nikmat-nikmat itu untuk bermegah-megah dan berlaku sombong. Mereka lupa bahwa semua kenikmatan itu adalah ujian, bukan jaminan bahwa mereka aman dari azab Allah. Padahal, jika mereka mau merenungkan, kelembutan buah kurma yang mereka makan itu sendiri adalah tanda kebesaran Allah yang Maha Lembut lagi Maha Kuasa. Allah yang menumbuhkan buah yang keras menjadi lembut dan manis, pasti mampu juga untuk menghancurkan orang-orang yang ingkar.
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa merenungi nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. Setiap kali kita melihat tanaman menghijau, buah yang ranum, dan rezeki yang melimpah, ingatlah bahwa semua itu adalah titipan Allah yang suatu saat akan dipertanggungjawabkan. Janganlah kita terlena dengan gemerlap dunia hingga lupa kepada Sang Pemberi Nikmat. Sesungguhnya Allah Maha Pemurah memberikan rezeki kepada siapa pun yang Dia kehendaki, namun Dia juga Maha Keras siksa-Nya bagi mereka yang kufur nikmat.
Marilah kita jadikan setiap nikmat yang kita terima sebagai sarana untuk semakin dekat kepada Allah, bukan sebaliknya menjauhkan diri dari-Nya. Karena sesungguhnya, kenikmatan yang paling hakiki adalah kenikmatan di akhirat kelak, yaitu keridhaan Allah dan surga-Nya yang penuh kenikmatan abadi. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang pandai bersyukur dan tidak termasuk golongan yang lalai.
📜 Ayat 146-150 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 148
Surat Asy-Syu'ara Ayat 148 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut.Surat Ayat 148/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 146–150. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








