Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- تَنْحِتُونَ (tanhituna): Kalian memahat atau mengukir.
- فَارِهِينَ (farihin): Orang-orang yang mahir, pandai, dan terampil dalam memahat; ada pula yang menafsirkan sebagai orang-orang yang sombong dan angkuh karena merasa mampu melakukan hal tersebut.
Tafsir:
Wahai manusia, apakah kalian mengira bahwa Allah akan membiarkan kalian hidup dengan aman dan tenteram di dunia ini tanpa ada hisab atau azab? Padahal kalian telah diberikan berbagai kenikmatan yang melimpah: kebun-kebun yang indah, mata air yang mengalir, tanaman yang subur, dan pohon kurma yang buahnya segar dan matang. Namun, alih-alih bersyukur, kalian justru menyombongkan diri dengan keahlian kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah yang megah dan kokoh. Kalian melakukannya dengan penuh keterampilan dan kebanggaan, seakan-akan kalian tidak akan pernah mati atau meninggalkan dunia ini. Padahal, semua keahlian dan kemewahan itu hanyalah titipan sementara yang suatu saat akan berakhir.
Saudaraku, perhatikanlah betapa besar nikmat Allah yang telah diberikan kepada kaum Tsamud ini. Mereka diberi kekuatan fisik yang luar biasa, kemampuan memahat batu yang tiada tandingannya, serta kehidupan yang serba kecukupan. Namun, semua itu justru membuat mereka lupa diri dan angkuh. Mereka mengira bahwa kehebatan mereka akan melindungi mereka dari azab Allah. Padahal, tidak ada satu pun makhluk di bumi ini yang mampu lolos dari kekuasaan-Nya.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa banyak manusia hari ini yang diberikan Allah keahlian, harta, dan kekuasaan, lalu mereka lupa bahwa semua itu adalah ujian. Mereka sibuk membangun istana-istana megah di dunia, tetapi melupakan istana yang sesungguhnya di akhirat. Padahal, rumah yang paling indah adalah rumah yang dibangun dengan ketakwaan kepada Allah. Jangan sampai kita termasuk golongan yang Allah firmankan tentang mereka: "Mereka hanya mengetahui yang lahir dari kehidupan dunia, sedang mereka lalai terhadap kehidupan akhirat."
Marilah kita jadikan setiap keahlian dan kenikmatan yang Allah berikan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan sebagai alat untuk bermegah-megahan dan melupakan kematian. Sesungguhnya, dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang kekal. Maka, beruntunglah orang yang menjadikan dunia sebagai ladang amal, bukan sebagai tujuan akhir. Semoga Allah membukakan hati kita untuk selalu bersyukur dan tidak terlena dengan gemerlap dunia yang fana ini.
📜 Ayat 147-151 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 149
Surat Asy-Syu'ara Ayat 149 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan…Surat Ayat 149/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 147–151. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








