Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Fakayfa: Bagaimana keadaan mereka?
- Jama'nāhum: Kami kumpulkan mereka.
- Lā raiba fīh: Tidak ada keraguan padanya (hari kiamat).
- Wuffiyat: Disempurnakan/dipenuhi dengan sempurna.
- Mā kasabat: Apa yang telah mereka usahakan (kebaikan atau keburukan).
- Lā yuzhlamūn: Mereka tidak dizalimi (tidak dikurangi pahala kebaikan dan tidak ditambah dosa keburukan).
Tafsir Ayat:
Bayangkanlah wahai saudaraku, bagaimana kiranya keadaan mereka yang ingkar dan mendustakan ayat-ayat Allah itu pada hari ketika Allah mengumpulkan seluruh manusia dari generasi pertama hingga generasi terakhir di satu tempat yang agung untuk dihisab? Hari itu adalah hari yang pasti terjadi, tidak ada keraguan sedikit pun tentang kedatangannya. Pada hari itu, setiap jiwa akan menerima balasan yang sempurna atas segala amal perbuatannya—baik yang kecil maupun yang besar, yang tampak maupun yang tersembunyi. Setiap kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, dan setiap keburukan akan dibalas setimpal. Tidak ada seorang pun yang dizalimi: tidak ada yang dikurangi pahala kebaikannya, dan tidak ada yang ditambah dosa keburukannya. Semua akan mendapatkan keadilan mutlak dari Allah Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
Maka alangkah dahsyatnya penyesalan mereka pada hari itu! Mereka yang dahulu di dunia mengingkari kebenaran, mengejek para rasul, dan menolak petunjuk Allah, akan menyaksikan dengan mata kepala sendiri segala apa yang dahulu mereka dustakan. Saat itulah mereka menyadari betapa bodohnya mereka menukar kenikmatan abadi dengan kesenangan dunia yang fana. Namun penyesalan itu sudah tidak berguna lagi, karena pintu taubat telah tertutup dan keputusan telah ditetapkan.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Janganlah kita menjadi golongan yang menyesal di kemudian hari. Hari kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya. Maka marilah kita manfaatkan kesempatan hidup di dunia ini untuk beramal saleh, memperbanyak kebaikan, dan menjauhi segala larangan Allah. Karena pada hari itu, setiap jiwa akan menuai apa yang telah ditanamnya di dunia. Barangsiapa menanam kebaikan, maka ia akan menuai kebahagiaan; dan barangsiapa menanam keburukan, maka ia akan menuai kesengsaraan.
Ingatlah bahwa Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun. Kezaliman itu datangnya dari diri kita sendiri ketika kita melanggar perintah-Nya dan melampaui batas. Maka beruntunglah orang-orang yang menjadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu istiqamah di jalan Allah, karena mereka akan termasuk golongan yang menerima catatan amalnya dengan tangan kanan dan mendapatkan kebahagiaan yang tiada tara di akhirat kelak. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan mendapatkan kemuliaan di hari yang tidak ada keraguan padanya. Aamiin.
📜 Ayat 23-27 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 25
Surat Ayat 25/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








