An-Nisa · 54/176
Terjemah Transliterasi — An-Nisa
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكًا عَظِيمًا ۝٥٤
Am yahsudoonan naasa `alaa maaa aataahumul laahu min fadlihee faqad aatainaaa Aala Ibraaheemal Kitaaba wal Hikmata wa aatainaahum mulkan `azeemaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Yaḥsudūn: Hasad, yaitu berharap hilangnya nikmat dari orang lain dan berpindah kepadanya, atau tidak rela nikmat itu ada pada orang lain.
  • An-Nās: Yang dimaksud di sini adalah Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya dari kalangan bangsa Arab.
  • Min Faḍlihī: Dari karunia Allah berupa kenabian, risalah, iman, dan kemuliaan.
  • Āla Ibrāhīm: Keturunan Nabi Ibrahim, di antaranya Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.
  • Al-Kitāb: Kitab-kitab suci yang diturunkan Allah kepada para nabi dari keturunan Ibrahim.
  • Al-Ḥikmah: Pemahaman yang mendalam dalam agama, sunnah, dan kenabian.
  • Mulkan ʿAẓīmā: Kekuasaan dan kerajaan yang luas dan besar.

Tafsir Ayat:

Allah ﷻ berfirman dengan gaya pertanyaan yang menegur: Apakah sebabnya mereka (kaum Yahudi) merasa hasad dan dengki kepada manusia—yakni Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya—atas karunia yang Allah berikan kepada mereka berupa kenabian, risalah, iman, dan pertolongan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi? Mereka tidak rela nikmat itu ada pada orang lain, padahal mereka sendiri telah menyaksikan bagaimana Allah memberikan karunia yang serupa bahkan lebih besar kepada nenek moyang mereka, yaitu keturunan Nabi Ibrahim.

Allah mengingatkan mereka: Sungguh, Kami telah memberikan kepada keluarga Ibrahim—seperti Daud, Sulaiman, dan para nabi lainnya—kitab-kitab suci yang diturunkan dari langit, serta hikmah berupa pemahaman yang dalam dan kenabian. Dan tidak hanya itu, Kami juga memberikan kepada mereka kerajaan yang sangat besar dan kekuasaan yang luas, sebagaimana yang Allah berikan kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman. Maka mengapa mereka heran dan iri jika Allah memberikan karunia yang serupa kepada Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya? Bukankah Allah bebas memberikan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki?

Ayat ini juga menjadi pelipur hati bagi Nabi ﷺ dan para sahabatnya, bahwa hasad dan permusuhan kaum Yahudi bukanlah hal yang baru. Dahulu pun mereka telah bersikap demikian terhadap para nabi dari keturunan Ibrahim. Ini adalah sunnatullah dalam menghadapi para pembawa kebenaran.


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang bahaya hasad. Hasad adalah penyakit hati yang pertama kali muncul di langit ketika iblis dengki kepada Adam, dan ia adalah akar dari kehancuran hubungan antarmanusia. Orang yang hasad tidak akan pernah merasa tenang, karena ia selalu tersiksa melihat kebahagiaan orang lain.

Sebaliknya, Islam mengajarkan kita untuk saling mendoakan kebaikan dan merasa bahagia atas nikmat yang Allah berikan kepada saudara kita. Jika kita tidak mampu memiliki apa yang dimiliki orang lain, maka kita dianjurkan untuk berdoa: "Ya Allah, berikanlah kepadaku kebaikan seperti yang Engkau berikan kepadanya, dan janganlah Engkau jadikan hatiku iri terhadap nikmat-Mu yang ada padanya."

Ketahuilah, karunia Allah itu luas dan tidak terbatas. Jika Allah memberikan kenabian dan kemuliaan kepada Nabi Muhammad ﷺ, maka itu adalah pilihan Allah yang Maha Bijaksana. Dan bagi kita umatnya, kita telah mendapatkan kemuliaan yang tiada tara dengan menjadi bagian dari umat terbaik yang membawa risalah terakhir. Maka bersyukurlah, jangan pernah iri terhadap apa yang Allah berikan kepada orang lain, karena Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan karunia-Nya.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 52-56 — An-Nisa

52أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَمَن يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا
Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya.
53أَمْ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّنَ الْمُلْكِ فَإِذًا لَّا يُؤْتُونَ النَّاسَ نَقِيرًا
Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia.
54أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكًا عَظِيمًا
ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.
55فَمِنْهُم مَّنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُم مَّن صَدَّ عَنْهُ ۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا
Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu), ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) Jahannam yang menyala-nyala apinya.
56إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُم بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
An-NisaIndeks Quran
176Ayat
MadaniyahRevelation
54Ayat

Terjemah — An-Nisa 54

Surat An-Nisa Ayat 54 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah…

Surat Ayat 54/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 52–56. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu