Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- بِشِمَالِهِ: dengan tangan kirinya.
- يَا لَيْتَنِي: ungkapan penyesalan yang sangat mendalam, artinya "duhai, alangkah baiknya sekiranya aku...".
Tafsir Ayat:
Setelah pada ayat-ayat sebelumnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menerangkan keadaan orang-orang yang berbahagia yang menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, maka pada ayat yang mulia ini Allah menerangkan kebalikannya, yaitu keadaan orang-orang yang celaka. Mereka adalah golongan yang menerima kitab catatan amal perbuatannya dengan tangan kiri. Ini merupakan tanda kecelakaan dan kerugian yang sangat besar.
Ketika orang tersebut menerima kitabnya dengan tangan kiri, serta merta ia berteriak dengan penuh penyesalan dan kesedihan yang memuncak: "Duhai, alangkah baiknya sekiranya aku dahulu tidak pernah diberikan kitab catatan amalku ini, dan tidak pernah mengetahui apa isinya!" Ini adalah ungkapan penyesalan yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, karena ia mengetahui bahwa di dalam kitab tersebut tercatat segala keburukan dan kemaksiatan yang pernah ia lakukan selama hidup di dunia, dan ia sangat yakin bahwa hal itu akan menjerumuskannya ke dalam azab yang pedih.
Penyesalan ini muncul karena ia menyadari bahwa segala amal buruknya tidak mungkin disembunyikan lagi, dan tidak ada satu pun yang luput dari catatan tersebut. Pada saat itu, seluruh harapan menjadi sirna, dan tidak ada jalan keluar baginya. Ia pun berangan-angan agar kematian yang pernah ia alami di dunia dahulu menjadi pemutus segala urusannya, sehingga ia tidak perlu dibangkitkan dan tidak perlu menghadapi hari perhitungan yang mengerikan ini.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa ruginya seseorang yang selama hidup di dunia lalai dari mengingat Allah, tidak mempersiapkan bekal untuk akhirat, dan justru sibuk menumpuk harta serta menuruti hawa nafsu. Pada hari kiamat kelak, semua yang ia banggakan di dunia tidak akan mampu menolongnya sedikit pun.
Oleh karena itu, marilah kita jadikan ayat ini sebagai peringatan yang menggugah hati kita untuk senantiasa memperbaiki diri. Jangan sampai kita termasuk golongan yang menerima kitab dengan tangan kiri. Mari kita isi kehidupan kita dengan amal-amal saleh, memperbanyak istighfar, menjauhi larangan Allah, dan menunaikan segala perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, pintu taubat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Janganlah kita menunda-nunda taubat, karena kematian bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita semua dari keadaan yang menyedihkan tersebut dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berbahagia. Aamiin.
📜 Ayat 23-27 — Al-Haqqah
Terjemah — Al-Haqqah 25
Surat Al-Haqqah Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka…Surat Ayat 25/52 — Al-Haqqah الحاقة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Haqqah Dengarkan, Al-Haqqah Terjemah, Al-Haqqah mp3, Al-Haqqah pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








