Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- *Safāhah* (سَفَاهَةٌ): kebodohan, kekurangan akal, atau tindakan yang tidak masuk akal. Dalam konteks ini, kaum Nabi Hud menuduhnya berada dalam keadaan *safāhah*—yaitu kebodohan dan ketidakwarasan—lantaran ia mengajak mereka meninggalkan penyembahan berhala.
Tafsir:
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan jawaban tegas dan bijak dari Nabi Hud 'alaihissalam terhadap tuduhan kaumnya yang menganggapnya berada dalam kebodohan dan kekurangan akal. Dengan penuh ketenangan dan kejelasan, Nabi Hud berkata: "Wahai kaumku, tidak ada padaku sedikit pun kebodohan atau kekurangan akal sebagaimana yang kalian tuduhkan. Tuduhan kalian itu sama sekali tidak benar. Aku bukanlah orang yang berbicara tanpa dasar atau bertindak tanpa hikmah. Akan tetapi, aku adalah seorang rasul yang diutus oleh Tuhan semesta alam, Rabb yang menciptakan, mengatur, dan memelihara seluruh alam ini."
Nabi Hud tidak membalas tuduhan kaumnya dengan kemarahan atau emosi, melainkan dengan penjelasan yang menenangkan dan argumentasi yang kuat. Ia menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan bukanlah berasal dari hawa nafsunya, melainkan wahyu dari Allah Yang Maha Kuasa. Dengan menyebut "Rabbul 'alamin" (Tuhan semesta alam), ia mengingatkan kaumnya bahwa risalah yang dibawanya bersumber dari Penguasa mutlak seluruh makhluk, bukan dari manusia biasa yang bisa salah atau berkhayal.
Pesan Dakwah:
Sungguh indah teladan yang diajarkan Nabi Hud ini! Ketika kita berdakwah mengajak kebaikan, sering kali kita dihadapkan pada cemoohan, tuduhan, dan hinaan. Namun, sebagaimana Nabi Hud, kita diajarkan untuk tetap tenang, tidak terpancing emosi, dan menjawab dengan hujjah yang jelas serta hati yang lapang. Dakwah yang benar adalah dakwah yang bersumber dari keikhlasan karena Allah, disampaikan dengan hikmah, dan tidak goyah oleh celaan siapa pun. Keyakinan bahwa kita berada di jalan kebenaran dari Tuhan semesta alam adalah kekuatan terbesar yang membuat kita teguh berdiri, walau seluruh dunia menentang. Mari kita teladani kesabaran dan kebijaksanaan para nabi dalam menyampaikan kebenaran, karena hidayah itu milik Allah, dan tugas kita hanyalah menyampaikan dengan penuh cinta dan kejujuran.
📜 Ayat 65-69 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 67
Surat Ayat 67/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 65–69. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








