Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- ضَيْفِي (dhayfi): Tamuku. Kata ini menunjukkan kedekatan dan tanggung jawab tuan rumah terhadap tamunya.
- فَلَا تَفْضَحُونِ (fa lā tafdhahūn): Janganlah kalian mempermalukan aku. Maksudnya, janganlah kalian menodai kehormatan dan martabatku dengan berbuat jahat kepada tamuku.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Nabi Lut 'alaihissalam kepada kaumnya yang datang dengan niat jahat. Ketika para malaikat yang menyamar sebagai pemuda tampan datang ke rumahnya sebagai tamu, dan kaumnya yang telah tenggelam dalam kemaksiatan itu bergegas mendatanginya dengan niat buruk, maka Nabi Lut pun berdiri di hadapan mereka dengan penuh keberanian dan berkata: "Sesungguhnya mereka ini adalah tamuku, maka janganlah kalian mempermalukan aku."
Beliau mengingatkan mereka bahwa tamu adalah orang yang harus dihormati dan dilindungi dalam tradisi Arab yang luhur, terlebih lagi tamu yang berada di bawah naungan rumahnya. Beliau memohon kepada mereka agar tidak menodai kehormatannya dengan menyakiti para tamunya, karena hal itu akan menjadi aib dan kehinaan yang sangat besar baginya di tengah kaumnya.
Nabi Lut 'alaihissalam berbicara dengan bijaksana dan lembut, mencoba menyentuh hati nurani mereka dengan mengingatkan nilai-nilai kemuliaan dan harga diri. Beliau tidak langsung menghardik atau mencaci mereka, tetapi memilih jalan yang lebih halus dengan menyebutkan hak tamu yang seharusnya dijaga. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita tentang bagaimana menghadapi orang-orang yang berbuat jahat dengan tetap menjaga adab dan kebijaksanaan.
Pesan dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa mulianya akhlak para nabi dalam menjaga kehormatan dan melindungi orang-orang yang berada di bawah tanggung jawab mereka. Nabi Lut 'alaihissalam rela mempertaruhkan dirinya demi melindungi tamunya, dan ini menunjukkan bahwa menjaga kehormatan tamu dan orang-orang yang kita lindungi adalah bagian dari iman.
Renungkanlah, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk menghormati tamu dan melindungi mereka dari segala gangguan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: *"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia memuliakan tamunya."* (HR. Bukhari dan Muslim)
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin untuk selalu menjaga akhlak mulia, melindungi orang-orang yang berada dalam tanggung jawab kita, dan berdiri tegak di atas kebenaran meskipun menghadapi tekanan dari lingkungan yang rusak. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala meneguhkan hati kita di atas iman dan menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang menodai kehormatan dan martabat kemanusiaan kita. Aamiin.
📜 Ayat 66-70 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 68
Surat Al-Hijr Ayat 68 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi…Surat Ayat 68/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








