Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Kafaru ba'da imanihim: Mereka yang kufur (mengingkari) setelah sebelumnya beriman.
- Tsumma izdadū kufran: Kemudian mereka bertambah-tambah dalam kekufuran, yakni terus-menerus berada di atas kekufuran hingga akhir hayat.
- Lan tuqbala taubatuhum: Tidak akan diterima tobat mereka.
- Adh-Dhāllūn: Orang-orang yang sesat dari jalan yang benar.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini berbicara tentang golongan yang sangat menyedihkan keadaannya. Mereka adalah orang-orang yang telah dianugerahi iman oleh Allah, namun kemudian mereka murtad—keluar dari agama Allah—dan terus-menerus bergelimang dalam kekufuran itu hingga ajal menjemput. Mereka tidak pernah kembali kepada kebenaran, tidak bertobat, dan tidak pula menyesali perbuatan mereka.
Ketika sakaratul maut datang dan mereka mulai melihat tanda-tanda kematian, barulah mereka ingin bertobat. Namun, pada saat itu, pintu tobat telah tertutup. Tobat yang dilakukan di ambang kematian, ketika ruh sudah sampai di tenggorokan, tidak lagi diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagaimana firman Allah dalam ayat lain: *"Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, ia berkata: 'Sesungguhnya saya bertobat sekarang'."* (QS. An-Nisa: 18). Ini adalah peringatan yang sangat tegas agar kita tidak menunda-nunda tobat.
Ayat ini turun berkaitan dengan orang-orang Yahudi yang telah beriman kepada Nabi Musa 'alaihissalam, kemudian mereka kufur kepada Nabi Isa 'alaihissalam, lalu bertambah kufur lagi dengan mengingkari Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka terus berada dalam kekufuran hingga akhir hayat, sehingga tobat mereka di saat kematian tidak lagi berguna.
Allah menegaskan bahwa mereka adalah *adh-dhāllūn*—orang-orang yang benar-benar sesat dan tersesatkan dari jalan yang lurus. Mereka tidak hanya sesat, tetapi juga menetap dalam kesesatan itu. Sungguh, ini adalah kerugian yang nyata.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dikasihi Allah, ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Pertama, betapa besarnya rahmat Allah yang membuka pintu tobat bagi hamba-Nya selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Janganlah kita menunda-nunda tobat, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput. Kedua, berhati-hatilah terhadap kekufuran dan kemurtadan—baik secara lahir maupun batin—karena ia dapat menghapus amal kebaikan dan menjerumuskan seseorang ke dalam kesesatan yang abadi.
Marilah kita senantiasa memohon keteguhan iman kepada Allah, karena hati manusia berada di antara dua jari Allah Yang Maha Pengasih. Ia membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya. Maka perbanyaklah doa: *"Yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik"* — Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kita semua dalam keimanan yang kokoh, dan menganugerahkan kita husnul khatimah—akhir yang baik di atas iman dan Islam. Aamiin.
📜 Ayat 88-92 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 90
Surat Ali Imran Ayat 90 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak…Surat Ayat 90/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 88–92. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








