Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Ṣadaqa Allāh: Allah Maha Benar dalam segala firman dan ketetapan-Nya.
- Millata Ibrāhīm: Agama dan jalan hidup Nabi Ibrahim ‘alaihissalām, yaitu agama Islam yang murni.
- Ḥanīfan: Condong dari segala kebatilan menuju kebenaran, lurus dalam tauhid, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan.
- Al-Mushrikīn: Orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dalam ibadah dan keyakinan.
Tafsir:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka yang mengaku mencintai Nabi Ibrahim dan mengaku mengikuti agamanya: "Allah Maha Benar dalam segala yang Dia firmankan dan syariatkan." Jika benar kalian mengaku pengikut setia Nabi Ibrahim, maka ikutilah jalan hidupnya yang lurus dan hanif—yaitu agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. Karena agama Islam inilah wujud sejati dari ajaran Nabi Ibrahim yang murni, jauh dari segala bentuk kesyirikan dan kebatilan.
Nabi Ibrahim ‘alaihissalām bukanlah seorang musyrik, baik dalam keyakinan maupun peribadatan. Beliau adalah teladan dalam keikhlasan dan ketauhidan, memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata. Maka siapa pun yang benar-benar mencintai beliau, hendaknya mengikuti jejak keimanannya yang lurus, bukan mengikuti hawa nafsu atau tradisi nenek moyang yang menyimpang.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan sebuah kebenaran yang agung: bahwa Allah selalu benar dalam segala hal, dan kebenaran itu tidak pernah bertentangan dengan akal sehat maupun fitrah manusia. Islam yang kita anut hari ini adalah kelanjutan dari risalah para nabi, berakar pada ajaran Nabi Ibrahim yang hanif—lurus dan bersih dari segala noda kesyirikan.
Betapa indahnya jika kita menjadikan Nabi Ibrahim sebagai panutan dalam keteguhan tauhid. Beliau rela meninggalkan kaumnya, menghadapi berbagai cobaan, bahkan siap mengorbankan putranya demi menaati perintah Allah. Semua itu dilakukan dengan hati yang ikhlas dan keyakinan yang kokoh. Mari kita jadikan kecintaan kita kepada para nabi sebagai pendorong untuk memperbaiki ibadah, memurnikan niat, dan menjauhi segala bentuk kemusyrikan yang tersembunyi—seperti riya', ujub, atau menggantungkan hati kepada selain Allah.
Ingatlah, kebenaran itu satu dan tidak berubah. Barangsiapa berpegang teguh pada agama yang lurus ini, niscaya hidupnya akan tenang, jiwanya akan damai, dan akhiratnya akan bahagia. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas jalan Nabi Ibrahim yang hanif, dan semoga kita dipertemukan dengannya di surga kelak. Aamiin.
📜 Ayat 93-97 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 95
Surat Ayat 95/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 93–97. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








