Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- لِيَفْجُرَ: terus-menerus berbuat dosa dan maksiat.
- أَمَامَهُ: di hadapannya, yaitu hari-hari yang akan datang di masa depannya.
Tafsir:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya dalam menghidupkan kembali manusia pada hari kiamat, ayat ini mengungkap tabiat buruk manusia yang ingkar. Bukanlah karena ketidaktahuan atau keraguan yang membuat manusia mengingkari hari kebangkitan, melainkan karena keinginan jahatnya sendiri. Manusia yang durhaka itu sebenarnya ingin terus menerus berbuat dosa dan maksiat di sisa umurnya tanpa ada rasa takut akan hisab dan pembalasan. Ia tidak mau ada penghalang yang membatasi hawa nafsunya.
Manusia seperti ini sangat berbahaya, karena ia menolak kebenaran bukan karena tidak ada bukti, tetapi karena ia tidak ingin terikat dengan aturan. Ia ingin hidup bebas tanpa tanggung jawab, berbuat zalim tanpa merasa diawasi, dan menuruti syahwat tanpa merasa diawasi oleh Sang Pencipta. Padahal sesungguhnya, keinginan untuk berfoya-foya dalam kemaksiatan itu hanyalah tipuan hawa nafsu yang akan menyesatkan pemiliknya.
Saudaraku, renungkanlah! Betapa banyak orang yang menunda taubat dengan alasan "masih muda, nanti kalau tua", atau "masih ingin menikmati dunia dulu". Inilah persis yang Allah kabarkan dalam ayat ini. Manusia ingin terus berbuat dosa di hadapannya, di masa depannya, tanpa memikirkan bahwa ajal bisa datang kapan saja. Padahal kematian tidak mengenal usia, dan taubat tidak dijamin sampai kita mengalaminya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai peringatan yang sangat berharga. Jangan biarkan hawa nafsu menguasai kita sehingga kita menunda-nunda taubat dan terus tenggelam dalam kemaksiatan. Ingatlah bahwa setiap langkah kita diawasi Allah, setiap amal akan dihisab, dan setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Betapa indahnya jika kita menjadikan sisa umur kita sebagai ladang amal shalih, bukan ladang kemaksiatan. Sungguh, orang yang beruntung adalah yang menjadikan hari esoknya lebih baik dari hari ini, dan yang paling rugi adalah yang terus menambah dosa di hadapannya tanpa merasa bersalah.
📜 Ayat 3-7 — Al-Qiyamah
Terjemah — Al-Qiyamah 5
Surat Al-Qiyamah Ayat 5 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.Surat Ayat 5/40 — Al-Qiyamah القيامة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qiyamah Dengarkan, Al-Qiyamah Terjemah, Al-Qiyamah mp3, Al-Qiyamah pdf. Ayat 3–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








